Laporkan Masalah

Fitnes dan Gaya Hidup : (Makna Mahasiswa Pelaku Fitnes terhadap Fitnes di Yogyakarta).

PURWANTO, Nugroho, Sri Rahayu Sumarah

2013 | Skripsi | Sosiologi

ABSTRAKSI Penelitian mengenai Fitnes dan Gaya Hidup (Makna Mahasiswa Pelaku Fitnes Terhadap Fitnes di Yogyakarta) mengambil konteks mahasiswa pelaku fitnes dalam mengkonsumsi fitnes sebagai olahraga untuk keindahan dan kecantikan tubuh. Adanya perilaku konsumsi terhadap tubuh ini menarik dikaji seiring semakin berkembangnya fitnes center di Yogyakarta, sekaligus semakin banyaknya mahasiswa yang menjadikan fitnes sebagai olahraga pembentukan tubuh dan sarana interaksi. Penelitian ini dibuat karena peneliti ingin mengetahui bagaimana mahasiswa pelaku fitnes memaknai fitnes dan ingin mengetahui alasan mahasiswa mengikuti fitnes. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan participant as observer, dimana peneliti mencoba mendeskripsikan hal-hal yang menarik, seperti sikap, tindakan, bahkan pakaian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan terstruktur, dengan sebelumnya mempersiapkan interview guide sebagai pertanyaan yang disesuaikan dengan rumusan masalah. Wawancara mendalam digunakan untuk memudahkan dalam memperoleh data supaya lebih lengkap. Berdasarkan hasil penelitian bahwa sebagian besar mahasiswa memaknai fitnes sebagai olahraga yang ditujukan untuk mendapatkan tubuh yang ideal, berotot, “proporsional”, supaya terlihat kencang, keren, dan percaya diri. Tetapi didapati pula bahwa fitnes tidak hanya sebagai olahraga pembentukan tubuh “proporsional” dan ideal, beberapa informan bahkan beralasan fitnes sebagai olahraga untuk menjalin interaksi pergaulan, bertukar informasi tentang hidup sehat, bahkan yang menggunakan fitnes sebagai sarana penjualan suplemen. Adapun alasan mahasiswa mengikuti fitnes adalah keinginan akan otot tubuh, kepemilikan tubuh proporsional, menjaga kesehatan dan kebugaran, ingin ramping dan menarik, ingin lebih berisi, dan sebagai prestise dan media interaksi. Fitnes dalam prosesnya mampu membentuk identitas bagi penikmatnya, karena dengan fitnes dapat membuat penikmatnya lebih menjaga kesehatan tubuh, hingga menjadikan fitnes sebagai olahraga utama bahkan perkerjaan. Walaupun tidak semua member hanya menginginkan tubuh “proporsional”, adapula yang menjadikan fitnes sebagai media interaksi, interaksi yang terjalin karena keinginan untuk mendapatkan informasi bagaimana hidup sehat terbentuk melalui fitnes.

Kata Kunci : Interaksi Sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.