Laporkan Masalah

Salon Sebagai Ruang Negosiasi dan Arena Penegasan Identitas Kaum Waria

RAHAYU, Puji, Nurul Aini

2013 | Skripsi | Sosiologi

ABSTRAKSI SALON SEBAGAI RUANG NEGOSIASI DAN ARENA PENEGASAN IDENTITAS KAUM WARIA (Studi Tentang Politik Identitas Transgender Pada Kaum Waria Pekerja Salon Di Yogyakarta) Diakui atau tidak waria telah menjadi bagian dari entitas dalam struktur sosial masyarakat. Diantara berbagai bentuk resistensi, waria tetap dapat mempertahankan eksistensi diri. Waria muncul sebagai entitas yang mampu “mendobrak” oposisi biner antara laki-laki dan perempuan.Waria menjadi komunitas yang dianggap tidak mampu melakukan penegasan diri terhadap identitas. Inilah yang membuat identitas kaum waria terjebak dalam ranah “abu-abu”. Belum diterimanya identitas transgender secara sosial menjadi akar persoalan kompleks komunitas ini. Diantaranya aksesbilitas terhadap fasilitas publik dan keterbatasan pilihan pekerjaan. Penelitian ini berupaya melihat sisi lain dari salon dan profesi waria pekerja salon dengan memberikan analisis kritis melalui tiga perumusan masalah yaitu (1)Seperti apa bentuk ruang sosial, ekonomi dan politik identitas bagi kaum waria? (2)Bagaimana salon menjadi ruang negosiasi identitas bagi kaum waria pekerja salon?(3)Bagaimana salon menjadi arena penegasan identitas bagi kaum waria pekerja salon?. Profesi dan pekerjaan diyakini dapat membentuk hubungan relasional secara natural melalui proses transaksi ekonomi. Selain itu profesi dan pekerjaan juga menunjukkan peran yang acap kali dijadikan tolak ukur kemapanan sosial. Profesi sebagai pekerja salon bagi kaum waria tidak hanya diartikan sebagai aktivitas menghasilkan uang dan strategi eksistensi akan tetapi proses sosial yang mencerminkan penegasan identitas. Pemaknaan profesi pekerjaan sebagai bagian dari strategi eksistensi diri kaum waria artinya ditengah beragam tekanan sosial dan pembatasan ruang gerak, kaum waria tetap dapat beraktualisasi sebagai tindakan waria untuk memperjuangkan pengakuan diri. Penelitian ini memberikan analisis komprehensif posisi salon sebagai ruang negosiasi dan arena penegasan identitas melalui beragam bentuk manifestasi salah satunya rekonstruksi bahasa Prokem. Setting penelitian bertajuk Salon Sebagai Ruang Negosiasi dan Arena Penegasan Identitas Kaum waria ini berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi sosial masyarakat terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta yang toleran memberikan ruang gerak yang cukup luas bagi kaum minoritas, sepertihalnya waria. Keberadaan organisasi non pemerintah (LSM) waria yang banyak dijumpai di Daerah Istimewa Yogyakarta berperan positif terhadap peningkatan aksesbilitas waria dalam ruang publik. Dalam proses penyusunan karya tulis ini, penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penggunaan metode ini bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi serta tindakan secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Sementara teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (in-dept interview), dokumentasi lapangan, dan studi literatur. Akhirnya, hasil penelitian ini memperkuat asumsi awal peneliti bahwa salon merupakan ruang negosiasi dan arena penegasan identitas kaum waria. Hanya saja negosiasi identitas yang senyatanya berlangsung secara pasif. Artinya, salon belum dapat secara penuh merekonstruksi identitas kaum waria untuk mendapatkan kesetaraan dengan identitas gender lain. Sejauh ini salon mengakomodasi waria untuk [vii] mendapatkan ruang aktualisasi diri, sedangkan negosiasi yang berlangsung masih terbatas pada penegasan identitas diri dan belum berimplikasi secara menyeluruh, termasuk merekonstruksi identitas kaum waria.

Kata Kunci : Waria


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.