Gerakan Setengah Hati : Tinjauan Fenomenologis terhadap Adat, Agama, dan Negara
DEWI, Putu Dika Arlita Kurnia, Purwo Santoso
2013 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Abstraksi Gerakan perempuan, yang identik dengan pembelaan yang dilakukan untuk para perempuan, mengusik perdebatan makna wacana kesetaraan gender di dalam gerakan itu sendiri. Dalam praktek, ada cukup banyak perempuan yang justru tidak sepakat dengan agenda-agenda yang diusung. Penelitian ini digerakkan oleh pertanyaan mengapa ada banyak perempuan yang tidak memberi dukungan terhadap gerakan yang dimaksudkan untuk membela kepentingannya? Dengan mengacu pada pemahaman teoritik bahwa kebudayaan dapat berperan sebagai pencipta realitas, penelitian ini menganalisis berkerjanya patriarki. Dari wawancana dengan berbagai narasumber kunci sebagaimana disarankan penelitian fenomenologi, dalam studi ini memperlihatkan bagaimana konstruksi sosial dibalik budaya patriarki menentukan pilihan sikap politik seseorang. Konstruksi sosial budaya patriarki hadir melalui fenomena adat, agama dan negara.Nilai-nilai budaya patriarkhisecara terus menerus diproduksinya, baik secara organisasional maupun secara perorangan, menjadikan perempuan tidak mengapresiasi gerakan kesetaraan gender. Gerakan perempun memiliki keterbatasan daya dobrak dan daya tahan konstruksi-konstruksi sosial yang hadir dalam masyarakat. Hasil penelitian menggambarkan : 1. Organisasi perempuan yang secara resmi melakukan pembelaan terhadap perempuan ternyata mengalami resistensi dalam gerakkannya dari perempuan itu sendiri, 2. Resistensi perempuan terhadap gerakan perempuan merupakan hasil dari konstruksi nilai patriarki, 3. Sejarah merupakan arena perdebatan dari wacana dan sejarah digunakan sebagai penguat nilai patriarki, 4.Agama, adat dan negara sebagai media reproduksi nilai-nilai patriarki
Kata Kunci : Gender; Perempuan