Modal Sosial dalam Tata Niaga Tembakau Rajangan di Kabupaten Temanggung
INDIRA, Bahruddin
2013 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)INTISARI Tembakau merupakan produk pertanian yang telah menyumbang banyak peluang di sektor perekonomian. Tembakau menjadi aset yang juga meningkatkan pendapatan negara melalui nilai cukai yang tinggi. Di Kabupaten Temanggung, tanaman tembakau diolah menjadi tembakau rajangan yang digunakan sebagai usaha tetap masyarakat dalam meningkatkan nilai ekonomis. Pemasaran tembakau rajangan memiliki alur tata niaga yang dilalui lebih dari dua tangan. PT. Gudang Garam, PT. Djarum, PT. Bentoel, dan PT. Nojorono memiliki kepercayaan untuk memasok tembakau rajangan dari Kabupaten Temanggung. Hal ini dikarenakan tembakau rajangan Temanggung merupakan “lauk”, yaitu campuran rokok kretek yang paling tinggi kadar nikotinnya. Hubungan yang ada dalam alur tata niaga tembakau rajangan memiliki penjelasan di luar faktor ekonomi, seperti modal kapital dan modal manusia. Modal sosial memiliki konsep utama yang terdiri dari jaringan, kepercayaan (trust), dan nilai dan norma yang berlaku. Sedangkan konsep tata niaga tembakau rajangan menganut sistem ekonomi pembangunan dalam pertanian. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dinamika modal sosial yang ada di dalam alur tata niaga tembakau rajangan di Kabupaten Temanggung. Metode penelitian ini menggunakan me tode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif analitis untuk memahami bagaimana deskripsi modal sosial dalam tata niaga tembakau rajangan dalam suatu penjabaran yang terperinci. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, bebas, dan terstruktur pada unit analisis petani, pedagang kampung, tengkulak, grader atau juragan, ketua APTI, dan aktivis AMTI, serta diikutsertakan dokumentasi data. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan metode purposive, snowball, dan random, yaitu petani tembakau di Kelurahan Pagergunung, pedagang kampung di Kelurahan Pagergunung dan di lingkup Kabupaten Temanggung, tengkulak serta grader atau juragan tembakau rajangan di lingkup Kabupaten Temanggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika modal sosial dalam alur tata niaga tembakau rajangan meliputi jaringan produksi tembakau rajangan yang dimulai dari tangan petani, baik itu petani penggarap maupun petani pemilik lahan. Jaringan produksi tembakau rajangan ini memiliki perpanjangan tangan pedagang kampung dan tengkulak dengan landasan jaringan modal kapital, dan jaringan kuota yang dipercayakan dari grader atau juragan. Kepercayaan yang ada pada petani, tengkulak, pedagang kampung dan grader atau juragan dilakukan menurut kepentingan masing-masing individu, bukan atas dasar kelembagaan yang ada pada aspek institusi sosial. Peran modal sosial tidak bertransformasi menjadi modal ekonomi dalam hal tata niaga tembakau rajangan. Kegiatan ekonomi tembakau rajangan menitikberatkan pada orientasi untung rugi. Keputusan penggunaan faktor ekonomi dipegang penuh oleh keputusan individu pada diri aktor tata niaga tembakau rajangan di Temanggung.
Kata Kunci : Modal Sosial