Laporkan Masalah

Perbandingan Peran Modal Sosial dalam Industri Kerajinan Gerabah : (Studi Kasus di Desa Paseban, Kecamatan Bayat dan Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah)>

WIYONO, Eko Teguh , Agnes Suwartinah

2013 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

INTISARI Industri kerajinan gerabah di Desa Paseban, Kecamatan Bayat dan Desa Melikan, Kecamatan Wedi merupakan desa penghasil gerabah terbesar di Kabupaten Klaten. Kedua desa ini saling berbatasan, tetapi perkembangannya jauh berbeda, dimana Industri kerajinan gerabah di Desa Paseban masih memproduksi gerabah tradisional, sedangkan di Desa Melikan sudah mengembangkan produksinya menjadi gerabah hias. Industri di kedua desa ini mengandalkan modal sosial yang ada dalam segala kegiatannya, karena modal sosial meruapakan hubungan kerjasama saling menguntungkan dalam aspek ekonomi maupun sosial. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara snowball sampling. Ini dilakukan untuk mendapatkan informan yang memahami bidangnya. Informan tersebut yaitu pengrajin gerabah di Desa Paseban (8), pemerintah Desa Paseban (1), pengrajin di Desa Melikan (8), pemerintah Desa Melikan (1). Metode penelitian yang dilakukan disini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini lebih sesuai dengan permasalahan yang ada dan dapat menganalisis realitas sosial secara mendalam. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan teori modal sosial. Modal sosial merupakan hubungan-hubungan kerjasama yang di dalamnya terdapat kepercayaan, jaringan dan norma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan dan norma dalam modal sosial di kedua desa di pengaruhi oleh banyaknya jaringan kerjasama yang tercipta oleh pengrajin di kedua desa. Kepercayaan dan norma masyarakat setempat sangat kental dengan ajaran Sunan Padang Aran, dimana kejujuran dan rasa kekeluargaan menjadi pondasi dalam kerjasama. Jaringan kerjasama di Desa Paseban dalam proses produksi menekankan pada kerjasama antar pengrajin saja dan juga penguatan kelompok melalui organisasi sewa tanah sehingga meringankan beban sewa tanah. mereka tidak pernah membangun kerjasama dengan pemerintah, maupun pengrajin di Desa Melikan. Pengrajin di sini memanfaatkan keberadaan tengkulak dalam mendistribusikan gerabah, meskipun keuntungan yang di dapat sedikit, tetapi tengkulak membantu memasarkan gerabah ke daerah-daerah yang berada di luar jangkauan pengrajin. Jaringan kerjasama di Desa Melikan dalam proses produksi memiliki kerjasama yang luas, di luar kerjasama dengan sesama pengrajin yang saling menolong dalam berbagai hal. Pengrajin di sini terbagi dalam kelompok-kelompok pengrajin yang saling membantu anggotanya agar berkembang, kelompok ini juga sebagai sarana untuk menjalin hubungan dengan pemerintah. Pelatihan pemerintah untuk mengembangkan desain-desain gerabah agar terus mengikuti perkembangan yang terjadi. Dalam pemasaran, pengrajin banyak menjalin kerjasama dengan sentra kerajinan dari daerah lain, dan juga buyer yang menjadi penhubung antara pengrajin dengan konsumen luar negeri. Sedikitnya jaringan yang tercipta oleh pengrajin di Desa Paseban karena “sikap mental” pengrajin yang di pengaruhi oleh kultur budaya setempat. Budaya masyarakat yang “manut” membuat sikap masyarakat hanya mengikuti apa yang sudah ada. Sikap mental pengrajin ini juga di pengaruhi oleh pendidikan pengrajin yang rendah, serta regenerasi yang kecil.

Kata Kunci : Modal Sosial; Industri Kecil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.