Laporkan Masalah

Kerja layak dari sudut Pandang Pelaku Kerja Paruh Waktu dalam Kaitannya dengan Kesejahteraan Pekerja :(Studi Tentang Pelaksanaan dan Pemaknaan Kerja Layak bagi Pekerja Paruh Waktu Pada PT. Aseli Dagad

MUTIARA, Trastya Viga, Krisdyatmiko

2013 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

INTISARI Isu-isu tentang perwujudan kelayakan kerja mulai menjadi topik yang berkembang pada saat ini, termasuk di Indonesia. Indikator kelayakan kerja telah resmi dikeluarkan oleh ILO yang kemudian menjadi acuan bagi setiap negara untuk memberikan standarisasi dalam mengatur para pekerja. Peningkatan standar kelayakan kerja diharapkan mampu memberikan jaminan kesejahteraan bagi para pekerja, terutama untuk para pekerja kontrak. Pekerjaan paruh waktu menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dalam memilih pekerjaan, khususnya bagi mahasiswa. Akan tetapi belum adanya kebijakan resmi dari pemerintah yang mengatur tentang standar pelaksanaan kerja paruh waktu, sehingga menjadikan para pekerja paruh waktu berada pada posisi yang sulit untuk mendapatkan kondisi kerja yang layak. Penelitian ini dilakukan di PT Aseli Dagadu Djokdja, pemilihan lokasi penelitian karena PT Aseli Dagadu Djokdja merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri kreatif yang memproduksi cinderamata alternatif khas Kota Yogyakarta. Selain itu, perusahaan ini juga menerapkan sistem kerja paruh waktu bagi pekerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan pemaknaan kerja layak melalui sudut pandang dari pelaku kerja paruh waktu di PT Aseli Dagadu Djokdja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Analisis data diperoleh dari beberapa informan yang dipilih secara purposive dan snowball. Serta menggunakan uji kredibilitas yang berupa ketekunan pengamatan, triangulasi, dan referensi yang cukup sebagai teknik pemeriksaan keabsahan datanya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perwujudan akan kerja layak yang didapatkan oleh garda depan selaku pekerja paruh waktu di PT Aseli Dagadu Djokdja sudah terpenuhi, dengan kebijakan/ standar pelaksanaan yang dirumuskan sendiri (otoritas) perusahaan. Hal tersebut karena belum adanya kebijakan resmi dari pemerintah mengenai standar pelaksanaan kerja layak bagi pekerja paruh waktu. Sedangkan mengenai pemaknaan kerja layak dari sudut pandang pelaku kerja paruh waktu, gardep sebagai pekerja paruh waktu merasa sudah memperoleh kelayakan kerja selama bekerja di PT Aseli Dagadu Djokdja. Hal ini karena selain mendapat upah sebagai pekerja paruh waktu, terciptanya hubungan atau suasana kerja yang baik dan terjalin harmonis, sehingga membuat mereka merasa nyaman dalam melaksanakan pekerjaan. Selain itu, sistem kerja yang fleksibel membuat pekerja paruh waktu di PT Aseli Dagadu Djokdja lebih leluasa dalam menyesuaikan diri dengan aktivitas kesehariannya. Sehingga standar pelaksanaan kerja layak bagi pekerja paruh waktu yang dirumuskan oleh PT Aseli Dagadu Djokdja bisa digunakan sebagai rujukan/ rekomendasi suatu kebijakan, dikarenakan belum adanya standar pelaksanaan kerja layak tersebut di dalam undangundang.

Kata Kunci : Gaya Hidup; Perilaku Konsumtif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.