Jaminan Sosial Bagi Pekerja Rumah Tangga: Studi tentang Kesediaan Majikan Untuk Membayar Premi Jaminan Sosial Bagi Pekerja Rumah Tangga di Pedukuhan Tempel, Kalurahan Caturtunggal, Kec.Depok , Kab. Sl
ANNAZIA, Whida Sukma, Janianton Damanik
2012 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)INTISARI Penelitian yang dilakukan kali ini bertujuan untuk melihat karakteristik rumah tangga majikan yang menyatakan bersedia dan tidak bersedia memberikan premi jaminan sosial untuk pekerja rumah tangganya. Peneliti merumuskan masalah dari fenomena yang ada yaitu, bagaimana karakteristik rumah tangga majikan yang bersedia dan atau tidak bersedia memberikan premi jaminan sosial kepada pekerja rumah tangganya, dan apa alasannya. Fenomena mengenai Pekerja Rumah Tangga saat ini masih hangat menjadi perbincangan berbagai kalangan mengenai statusnya yang dipandang belum mendapat kelayakan sebagai pekerja. Tidak adanya perlindungan sosial yang pasti dari majikan maupun pihak-pihak yang berkaitan dengannya membuat posisi mereka semakin termarginalkan. Kurangnya perhatian akan mereka berbanding terbalik dengan tingginya jumlah kebutuhan akan jasa PRT saat ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Masalah kesediaan majikan untuk memberikan premi jaminan sosial ini masih menjadi pro dan kontra terutama dengan adanya peraturan walikota. Penelitian ini dilakukan di kawasan perumahan di Kabupaten Sleman. Data yang diperoleh adalah dengan cara observasi kepada rumah tangga yang memiliki pekerja rumah tangga. Lalu dilakukan wawancara mendalam kepada informan terpilih. Data juga didapat dari hasil dokumentasi foto maupun arsip-arsip mengenai isu tentang jaminan sosial secara umum dan untuk pekerja rumah tangga secara khusus. Kerangka berpikir yang digunakan adalah dengan menggunakan perspektif habermas yang menyatakan tentang rasionalitas komunikatif, dimana kelayakan kerja bagi pekerja rumah tangga dapat tercapai jika isu ini dikomunikasikan secara terbuka dan dapat diformalisasikan. Hasilnya yaitu adanya karakteristik khas dari majikan yang menyatakan bersedia maupun tidak bersedia memberikan premi jaminan sosial untuk pekerja rumah tangganya yang nampak dari hubungan sosial yang dijalin oleh keduanya. Dilihat dari segi usia, semua majikan masih berada pada usia produktif dengan pendidikan terakhirnya minimal setingkat SMA. Majikan yang menyatakan bersedia memberikan premi jaminan sosial untuk PRT-nya juga memiliki alasan yaitu kesadaran akan tanggung jawab moral, kondisi ekonomi yang berlebih, adanya harapan akan balas jasa dari PRT, serta adanya kebiasaan majikan yang memberikan perlindungan lebih untuk PRT. Majikan yang menyatakan tidak bersedia juga memiliki alasan yaitu alasan administratif, kondisi ekonomi, serta alasan kenyamanan majikan.dibutuhkan adanya perjanjian kerja agar premi jaminan sosial ini dapat terlaksana.
Kata Kunci : Jaminan Sosial; Pekerja Rumah Tangga