Memahami Strategi Pembentukan Identitas Perempuan di Jalanan Kota Yogyakarta
PRAMITA, Dini, Hempri Suyatna
2013 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)ABSTRAKSI Memahami Pembentukan Identitas Perempuan di Jalanan Kota Yogyakarta Kehidupan jalanan dipandang sebagai kehidupan yang liar serta identik dengan kehidupan laki-laki, tetapi pada faktanya satu di antara dua orang penghuni jalanan adalah perempuan. Sampai saat ini belum ada definisi pasti mengenai perempuan jalanan. Bahkan ada yang mengenakan definisi Tuna Susila untuk melihat potret kehadiran perempuan jalanan. Hal ini berimbas pada aspek penanganan terhadap perempuan jalanan yang masih melihat keberadaan mereka sebagai seseorang yang bermental buruk. Dengan demikian seakan menjadi lumrah jika ada kasus kekerasan yang menimpa perempuan jalanan seperti misalnya perkosaan hingga penganiayaan berat. Ada kasus kekerasan lainnya seperti pemasungan pemenuhan hak yang dilakukan oleh berbagai instansi terkait dengan stigma yang melekat atas identitas mereka sebagai perempuan jalanan. Berangkat dari beberapa fakta lapangan seperti yang telah disebutkan di atas dan asumsi bahwa tidak ada seorang perempuan pun yang sudah mengenakan identitas sebagai perempuan jalanan meskipun ia terlahir dari keluarga yang hidup di jalanan, maka muncul anggapan bahwa segala tingkah-laku yang menjadi sumber kebencian publik itu merupakan sebuah hal yang dipelajari. Hal inilah yang menjadi tujuan pengkajian dalam penelitian ini, bagaimana seorang perempuan mendapatkan identitasnya sebagai perempuan jalanan dan resiko kekerasan yang muncul sebagai ekses dari identitas yang telah didapatkan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan observasi partisipatif untuk mendapatkan pemahaman utuh mengenai kehidupan mereka di jalanan. Untuk mendapatkan data yang mendalam, peneliti melakukan wawancara dengan informan utama yaitu perempuan jalanan pada khususnya dan anggota komunitas jalanan lainnya pada umumnya serta berbagai instansi yang berwenang di dalam penanganan perempuan jalanan. Berdasarkan hasil penelitian, hampir sebagian besar perempuan jalanan memiliki tingkat pendidikan yang baik dan berasal dari keluarga berkecukupan. Hal ini meruntuhkan anggapan bahwa kebodohan dan kemiskinan yang melatarbelakangi segala tindakan mereka yang dipandang liar. Peneliti juga menemukan ada tiga tipe kelompok jalanan yang berbeda yang masing-masing memberikan pengaruh yang berbeda bagi karakter individu. Hal ini juga menyebabkan ada perbedaan cara untuk beradaptasi dan mendapatkan identitas di dalam masingmasing komunitas. Di dalam proses menjadi seorang perempuan jalanan, peneliti menemukan fakta bahwa banyak perempuan jalanan yang belum pernah melakukan tindakan yang dianggap dapat membuatnya jadi kurang lebih sama, seperti merokok. Tinggi-rendahnya intensitas untuk melakukan tindakan konformitas tersebut dipengaruhi oleh corak kelompok yang diikutinya. Tindakan ini juga sekaligus sebagai hasrat untuk membalikkan perasaan inferior (inferiority complex).
Kata Kunci : gender