Laporkan Masalah

Perilaku Konsumsi Penggemar Boyband Korea Super Junior:Studi terhadap Enam Anggota Komunitas ELF di Yogyakarta

DANISYIA, Lawrisa Laras, Andreas Soeroso

2012 | Skripsi | Sosiologi

ABSTRAKSI Fenomena penggemar menjadi lebih meluas pada sistem kapitalisme karena keberadaan penggemar memastikan bahwa sejumlah produk tertentu yang dilempar ke pasar (sebuah cd musik, film, tiket konser, majalah, buku, dan lain-lain) akan terkonsumsi dengan cepat. Sistem kapitalisme tidak hanya mendorong peningkatan produksi secara massal, namun juga mendorong peningkatan konsumsi secara massal juga. Oleh karena itulah penggemar selalu menempati posisi yang penting dalam masyarakat kapitalisme maju. Salah satu dari berbagai kelompok penggemar adalah komunitas ELF (EverLasting Friend). Perkembangan komunitas ELF merupakan bagian dari fenomena K-Pop (Korean Pop). ELF merupakan kelompok penggemar yang mengidolakan boyband Super Junior. Menjadi anggota ELF memberikan efek kesenangan bagi para penggemar Super Junior sehingga berpotensi menyebabkan sifat adiktif. Konsekuesinya penggemar dalam komunitas ELF tidak keberatan untuk mengorbankan waktu, uang, dan mereka rela duduk berlama-lama di depan komputer untuk dapat melihat kegiatan idola mereka. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perilaku konsumsi yang ditunjukkan penggemar Super Junior dan faktor apa saja yang mempengaruhi aktivitas konsumsi penggemar tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dan kesimpulan diperoleh dengan melakukan wawancara serta dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada Komunitas ELF (Ever Lasting Friends) di Yogyakarta. Wawancara mendalam dilakukan kepada enam informan yang merupakan anggota komunitas ELF. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima perilaku konsumsi penggemar yakni mengupdate informasi, menonton video, membeli album original, menonton konser dan membeli aksesoris. Faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas konsumsi penggemar tersebut terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal diantaranya kesenangan (pleasure and fun) dan ekonomi/uang saku sedangkan faktor ekternal diantaranya peer group dan media massa. Eksplorasi mengenai bentuk perilaku perilaku konsumsi menggunakan konsep teori konsumerisme. Pendapat Baudrillard yang menjelaskan bahwa dalam suatu dunia yang dikontrol oleh kode, persoalan konsumsi memiliki sesuatu yang berkenaan dengan kepuasan atas apa yang umumnya dikenal sebagai “kebutuhan”. Seseorang tidak membeli apa yang ia butuhkan, tetapi ia membeli apa yang kode sampaikan padanya. Di dalam konsumsi yang didasari nilai, tanda, dan citra daripada nilai guna, logika yang mendasarinya bukan lagi logika kebutuhan, melainkan logika hasrat. Fakta dilapangan memperlihatkan bahwa adanya produk-produk Super Junior yang ditawarkan, memang secara psikologis mempengaruhi keinginan para informan untuk memiliki produk tersebut. Namun yang menjadi pertimbangan untuk merealisasikan keinginan tersebut atau tidak adalah kembali pada persoalan kebutuhan. Artinya apakah mereka benar-benar membutuhkan produk tersebut atau tidak. Jadi disinilah faktor kebutuhan dan keadaan uang saku tetap menjadi pertimbangan para informan untuk membeli produk. Dengan demikian dapat dikatakan mereka memiliki pertimbangan rasional yang cukup baik dalam mengkonsumsi suatu produk.

Kata Kunci : Gaya Hidup


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.