Laporkan Masalah

Strategi Kelangsungan Hidup Perempuan Migran Sirkuler di Pasar Beringharjo

ASTUTI, Yuliana Yuli, Janianton Damanik

2012 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

ABSTRAKSI Strategi Kelangsungan Hidup Perempuan Migran Sirkuler Di Pasar Beringharjo Aktifitas migrasi sirkuler tidak hanya dilakukan oleh laki-laki saja, tetapi juga oleh perempuan. Umumnya, perempuan melakukan migrasi sirkuler karena dorongan ekonomi. Mereka pun meninggalkan keluarga mereka di desa dalam jangka waktu tertentu untuk bekerja di kota. Perempuan migran sirkuler harus tinggal di tengah masyarakat kota yang kompleks dengan tanggung jawab membantu menopang ekonomi keluarga. Sebagai perempuan mereka pun rentan akan ancaman tindakan kriminal dan pelecehan. Oleh karena itu, perempuan migran sirkuler harus memiliki strategi-strategi supaya mereka bisa bertahan hidup di kota dan kembali ke desa dengan membawa uang untuk keluarga mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana strategi kelangsungan hidup yang dilakukan perempuan migran sirkuler serta mengetahui perubahan sikap dan perilaku perempuan migran sirkuler setelah tinggal di kota. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipan untuk mendeskripsikan strategi kelangsungan hidup. Guna mendapatkan data penelitian, peneliti melakukan wawancara mendalam kepada lima belas informan serta melakukan pengamatan berperan-serta dan dokumentasi dalam bentuk foto dan catatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perempuan migran sirkuler memilih untuk tinggal secara berkelompok dengan alasan keamanan dan menghemat biaya. Namun, ada pula migran sirkuler yang memilih tinggal sendiri dengan alasan menjaga privasi. Supaya bisa membawa uang lebih banyak saat pulang ke desa, mereka pun menekan biaya hidup selama tinggal di kota. Penekanan biaya hidup dilakukan dengan pembatasan uang makan dan tempat tinggal, pemanfaatan pengobatan tradisional, serta melakukan pengaturan mobilitas desa-kota. Selain itu, mereka juga menjalin relasi sosial sebagai bentuk jaminan sosial non formal. Namun ironisnya, banyak dari perempuan migran sirkuler tersebut masih terjebak ke dalam jasa rentenir. Tinggal di kota dalam jangka waktu tertentu membawa perubahan sikap dan perilaku bagi perempuan migran sirkuler. Perubahan sikap tampak dalam cara mereka menyikapi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga serta jaminan hari tua. Sedangkan perubahan perilaku tampak dalam cara mereka beradaptasi dengan budaya dan teknologi masyarakat kota. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perempuan migran sirkuler memiliki lima strategi utama untuk bertahan hidup di kota. Empat strategi berkaitan dengan persoalan ekonomi serta satu strategi berkaitan dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Selain itu, adanya perubahan sikap dan perilaku karena interaksi dengan masyarakat kota, memberi dampak positif bagi perempuan migran sirkuler.

Kata Kunci : Kewirausahaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.