Laporkan Masalah

Konstruksi Pemberitaan Media Mengenai Fenomena Kekerasan Atas Nama Agama:Analisis Wacana Kritis Berita Mengenai Kekerasan.....

MASFUAH, Wafirotul, Muhammad Sulhan

2012 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

ABSTRAK Kontroversi mengenai keberadaan Ahmadiyah telah melahirkan sederetan panjang tindak kekerasan yang dialami oleh warga Ahmadiyah. Kekerasan demi kekerasan terus terjadi. Terakhir adalah peristiwa penyerangan oleh ribuan orang terhadap Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten pada 6 Februari 2011. Peristiwa tersebut menelan 3 orang korban tewas dan 5 korban luka parah dari pihak Ahmadiyah. Kasus kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik telah menarik perhatian berbagai media di tanah air. Baik media cetak, elektronik, maupun media online ramai-ramai memberitakan kasus tersebut, tidak terkecuali Tempo. Tempo sebagai salah satu media yang terkenal kritis dalam menyuarakan berbagai ketidakadilan yang dialami kelompok-kelompok marginal menjadi menarik untuk diteliti. Dalam penelitian ini, peneliti ingin melihat bagaimana konstruksi yang dimunculkan Tempo terkait kasus kekerasan yang dialami oleh warga Ahmadiyah. Konstruksi Tempo dalam kasus kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah, akan dianalisis dengan menggunakan teori media dan konstruksi realitas dari Ibnu Hamad yang mengatakan bahwa proses produksi berita selalu melibatkan faktor internal dan eksternal yang pada akhirnya mempengaruhi isi pemberitaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis dari Norman Fairclough. Berita-berita mengenai kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik akan dianalisis dalam tiga tahap. Pertama, adalah analisis teks untuk melihat representasi, relasi, dan identitas yang dimunculkan Tempo dalam kasus tersebut. Hasil dari analisis teks kemudian dihubungkan dengan praktik produksi wacana yang dilakukan Tempo untuk melihat faktor dari institusi media yang mempengaruhi pembentukan wacana. Setelah itu, hasil interpretasi pada tahap produksi teks dihubungkan dengan praktek sosiokultural di mana x media berada untuk mencari penjelasan hubungan antara media dan konteks sosial yang pada akhirnya mempengaruhi konstruksi wacana pemberitaan Tempo. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa konstruksi pemberitaan Tempo dalam kasus kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten adalah Tempo melakukan pemihakan kepada Ahmadiyah. Kasus Cikeusik yang memakan 3 orang korban tewas dan 5 orang luka parah dikonstruksikan sebagai buah dari sikap pembiaran aparat terhadap massa yang melakukan penyerangan. Sedangkan para pelaku kekerasan dalam peristiwa Cikeusik adalah massa Front Pembela Islam yang diketuai oleh Kiai Ujang Bengkung, Ketua FPI Pandeglang. Di sini, Tempo banyak menyoroti sikap pemerintah dan aparat yang bersikap diskriminatif terhadap warga Ahmadiyah.

Kata Kunci : Agama, Etika Sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.