Laporkan Masalah

Eksistensi Pengrajin Pande Besi Desa Gilangharjo Kec. Pandak, Kab. Bantul

FANANI, Rifqi Riza, Silverius Djuni Prihatin

2013 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

A. KESIMPULAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha yang memiliki potensi sebagai penopang perekonomian yang mendasar. Dimana usaha mikro ini memiliki banyak potensi yang bisa diperoleh apabila dikembangkan dengan maksimal. Usaha mikro merupakan mayoritas usaha yang dilakukan oleh rakyat, baik dari rakyat kecil sampai menengah. Adapun jumlah usaha mikro ini juga lebih banyak dibanding usaha makro. Salah satu usaha mikro yang ada adalah usaha pande besi yang ada di Desa Gilangharjo. Usaha pande besi ini telah ada sejak beberapa abad silam dan menjadi situs budaya yang sampai sekarang masih ada. Para pengrajin yang sampai sekarang masih melanjutkan usaha ini sebagian besar adalah pewaris dari pendahulunya. Pande besi Gilangharjo yang dahulunya terkenal sebagai pusat pemasok persenjataan kerajaan dari era Majapahit, Mataram Islam, hingga terakhir era Keraton Ngayogyakarta. Kini telah berada di masa yang berbeda jauh dari mas kejayaannya, usaha ini mengalami beberapa kendala dan tantangan yang tidak berbeda jauh dengan UMKM yang lain. Usaha rakyat ini sampai sekarang menjadi tumpuan hidup bagi sebagian masyarakat yang ada di Desa Gilangharjo. Perajin pande besi di Desa Gilangharjo memproduksi alat-alat pertanian, alat pertukangan dan senjata tajam lainnya. Sedangkan kondisi sekarang banyaknya alat-alat modern yang semakin marak dimasyarakat yang menggeser keberadaan produk-produk dari perajin pande besi 134 | P a g e tersebut. Sehingga usaha pande besi lambat laun mengalami penurunan jumlah perajinnya dan juga mengalami penurunan dalam hal jumlah permintaan, hal ini juga menjadi gambaran yang ada pada usaha pande besi yang ada di Desa Gilangharjo. Selain itu permasalahan lain yang dihadapi oleh perajin pande besi di Desa Gilangharjo adalah keterbatasan peran pemerintah dan kelompok dalam mendukung dan mengembangkan usaha pande besi tersebut. Bentuk keterbatasan peran pemerintah dan peran kelompok terhadap kerajinan pande besi yang ada di Desa Gilangharjo menjadi tantangan tersendiri bagi para pengrajin. Adapun beberapa bentuk keterbatasan peran pemerintah dan kelompok yang ada di Desa Gilangharjo adalah : 1. Adanya pelatihan yang tidak berkelanjutan 2. Kurangnya modal yang diberikan kepada masyarakat 3. Minimnya/ tidak ada data yang berkaitan dengan usaha pande besi di pemerintah daerah setempat. Hal ini merupakan kondisi yang penting, apabila dikelola dengan baik Sedangkan keterbatasan peran kelompok dalam hal ini koperasi Sumber Bakti yang ada di Desa Gilangharjo, diantaranya : 1. Kurangnya kinerja yang baik oleh pengurus koperasi 2. Kurangnya kerjasama yang baik diantara sesama perajin pande besi/anggota kelompok koperasi dalam mengembangkan usaha pande besi

Kata Kunci : Kerajinan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.