Laporkan Masalah

PERGESERAAN DAN PEMAKNAAN NYUMBANG (Studi tentang Konstruksi Masyarakat Mengenai Tradisi Nyumbang pada Pernikahan di Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah)

FITRIYA, Nur Dina , Andreas Soeroso

2012 | Skripsi | Sosiologi

Seiring dengan perkembangan jaman, sebuah tradisi tidak dapat menghindar dari pergeseran. Melalui pergeseran-pergeseran yang ada, maka masyarakat akan memaknai kembali tradisi tersebut. Begitu juga yang terjadi dengan tradisi nyumbang pada pernikahan di Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Tradisi nyumbang pada pernikahan dalam masyarakat Jawa menjadi sebuah fenomena sosial yang menarik. Kehidupan masyarakat Jawa sangat unik, karena banyak menyimpan simbol dan makna. Seringkali apa yang nampak sesungguhnya memiliki makna lain. Begitu juga dengan tradisi nyumbang pada pernikahan. Inti dasar pemikiran tradisi nyumbang adalah sebagai bentuk gotong royong. Masyarakat Jawa mewujudkan masyarakat yang ideal dengan dasar kekeluargaan, yaitu orang harus saling gotong royong, tolong-menolong dan tukar menukar. Demi menjaga hubungan dan menghindari konflik terbuka, masyarakat menunjukan rasa hormat dan kerukunannya dengan melakukan nyumbang. Mereka akan melakukan sebuah pertukaran, saling memberi. Kegiatan yang mereka lakukan tidak hanya semata memberikan sesuatu dengan alasan gotong royong dan simpati. Ada makna lain yang dapat diungkap dibalik apa yang nampak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subyektivisme, yang tidak hanya memandang dari suatu gejala yang tampak, tetapi berusaha menggali makna yang ada dibalik gejala tersebut. Inti fenomenologi adalah gagasan mengenai dunia kehidupan, suatu pemahaman bahwa realitas masing-masing individu berbeda, dan segala tindakan mereka hanya dapat dipahami melalui pemahaman dan persepsi terhadap dunia kehidupan mereka sendiri. Oleh sebab itu metode ini berusaha memasuki persepsi orang lain, untuk memandang suatu makna tradisi nyumbang sebagaimana yang dilihat, dirasa, dipahami dan dikonstruksikan sendiri oleh masyarakat tersebut. Selain untuk mengeksplor tradisi nyumbang, juga untuk memahami secara mendalam bagaimana proses konstruksi sosial masyarakat dalam memaknai dan memahami tradisi nyumbang di masa sekarang. Pergeseran dalam tradisi nyumbang antara lain pergeseran waktu, pergeseran wujud dan pergeseran nilai. Pergeseran-pergeseran yang terjadi pada tradisi nyumbang tentunya tidak seketika terjadi dalam satu waktu, tetapi berlangsung dalam proses yang panjang. Dalam proses yang panjang itulah masyarakat membangun atau mengkonstruksikan makna tradisi nyumbang. Makna pertama adalah tradisi nyumbang berjalan sebagai bentuk sistem tukar menukar, yaitu pertukaran berorientasi ekonomi dan kompetisi dalam pertukaran. Makna selanjutnya adalah nyumbang berjalan sebagai kontrol sosial dalam masyarakat. Terakhir adalah tradisi nyumbang sebagai sebuah tradisi yang membebani tetapi sekaligus menjadi jaminan sosial dalam masyarakat. Bagi masyarakat pedesaan, nyumbang memiliki nilai atau jaminan sosial tertentu. Terdapat kecenderungan, masyarakat melakukan nyumbang karena ada harapan social security, yaitu jaminan atau keamanan sosial jika dibutuhkan. Kata Kunci : Pergeseran, Pemaknaan, Konstruksi, Social Security, Tradisi, Nyumbang, Pernikahan, Jawa.

Kata Kunci : Budaya


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.