Laporkan Masalah

Strategi Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman (PKWBK) Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Anggotanya Disusun guna memenuhi syarat wajib, mendapatkan gelar sarjana Strata 1 pada Jurusan Pembangunan Sos

PERMATASARI, Agustin Dyan , Susi Daryanti

2012 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Telah disadari bahwa batik di Indonesia telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit. Batik yang dihasilkan ialah batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an. Awalnya batik hanya dikerjakan terbatas dalam keraton saja, dan hasilnya dikenakan untuk raja, keluarga raja, dan pengikutnya. Zaman pun berkembang, akhirnya batik menjadi busana oleh masyarakat luas. Kota Solo, yang diklaim banyak pihak sebagai kiblat batik, benar-benar serius dalam mengembangkan industri batik. Dengan slogan The Spirit of Java, Kota Solo memiliki tekad untuk terus menjaga dan melestarikan kebudayaan, terutama budaya batik. Kampung Kauman merupakan salah satu sentra produksi batik di Kota Solo. Sebagian besar penduduknya pun menggantungkan hidup dengan usaha batik. namun pada tahun 2006, terjadi kelesuan iklim usaha batik yang ditandai dengan menurunya jumlah usaha batik waktu itu. Demi menghidupkan kembali iklim usaha batik, maka terdapat kesepakatan untuk membentuk paguyuban, atau yang sering disebut dengan PKWBK. Namun yang menjadi permasalahn akhir-akhir ini ialah persaingan usaha batik yang semakin ketat. Penelitian ini ingin melihat strategi apa yang dilakukan oleh PKWBK dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini mengetahui strategi yang tepat bagi PKWBK dalam upaya peningkatan pendapatan anggotanya agar mereka nantinya dapat bertahan dan mampu bersaing secara kompetitif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Kampung Batik Kauman, dengan subyek penelitian pengurus dan anggota PKWBK. jumlah informan ini sebanyak 16 orang, dengan rincian 4 pengurus, 10 anggota, dan 2 dari luar Kauman. Hasil dari penelitian ini ialah ada tujuh strategi yang tepat bagi PKWBK dalam upaya peningkatan pendapatan anggotanya. Adapun kelima strateginya adalah Strategi Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman (PKWBK) dengan menjalin kerjasama dengan kolaborator, penyamarataan tarif guide, memanfaatkan modal sosial anggota, kemandirian, menjalin kerjasama dengan biro tour pariwisata, pelatihan TI, sharing ilmu antar anggota PKWBK. Keywords : Paguyuban, usaha batik, pendapatan, strategi

Kata Kunci : Industri Kecil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.