Globalisasi Kultural Dan Penyebaran Ideologi Perlawanan Pada Subkultur Kaum Muda Studi Kasus : Skinhead Yogyakarta
CINDERAWIDYATI, RR, --
2006 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalGlobalisasi kebudayaan membuat budaya populer yang banyak terbentuk di negara barat menyebar dan menginvasi dengan mudah kebudayaan di wilayah lain. Hal ini terkait dengan adanya politik kebudayaan yang menciptakan kekuasaan untuk memberi nama, merepresentasikan akal sehat, menciptakan “versi-versi resmi”, dan merepresentasikan dunia sosial yang sah. Dengan begitu, keseragaman budaya sudah menjadi hal yang umum dan jamak. Dengan adanya globalisasi kebudayaan yang mengakibatkan menyebarnya berbagai macam kebudayaan yang ada di suatu daerah, kemungkinan untuk mengadopsi dan meniru budaya lain semakin mudah kita temui di belahan bumi lain. Apalagi jika budaya pop yang ada banyak mendapat tempat dimasyarakat. Subkultur anak muda yang muncul sebagai simbol perlawanan menjadi sebuah fenomena yang mencatat sejarah panjang dalam wacana mengenai kebudayaan. Tak terkecuali keberadaan subkultur anak muda yang banyak muncul di Yogyakarta, salah satunya adalah skinhead. Keberadaan subkultur skinhead di Yogyakarta sedikit banyak mengambil tradisi asli subkultur ini dari Inggris. Dengan term perlawanan yang dikemukakan dalam tema skripsi ini, keberadaannya sebagai budaya tandingan dikatakan berhasil, walaupun dalam derajat yang rendah. Pun dengan bentuk protes atas legal system yang banyak merugikan dan tidak memihak kaum-kaum marjinal dan kelas sosial yang lebih rendah, yang mereka kemukakan lewat lirik lagu dan zine lokal yang mereka terbitkan. Tidak pernah terlintas dalam pikiran anggota komunitas ini, bahwa kemunculannya akan menjadi trend populer dan banyak diikuti oleh kaum muda kita. Menjadi seorang skinhead adalah pilihan hidup. Bukan hanya masalah memakai baju berkerah dan sepatu boots saja, namun lebih pada sikap bagaimana kau menghargai diri sendiri, hidup dan komunitas. Dalam hubungannya dengan globalisasi kebudayaan, maka keberadaan subkultur skinhead Yogyakarta yang diadopsi dari Inggris menunjukkan beberapa tradisi asli dan tradisi yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Beberapa tradisi yang masih identik dengan tradisi lama subkultur ini adalah: 1. Musik 2. Penampilan, cara berpakaian 3. Tradisi dan tingkah laku sebagai seorang skinhead. Untuk kalangan Yogyakarta, subkultur skinhead yang ada disebut sebagai tradisional skins. Karena mereka hanya tertarik dengan musik dan sejarah awal subkultur ini, dan sama sekali tidak bersinggungan dengan politik. Meskipun pada awalnya, mereka hanya tertarik dengan musik dan penampilan, lambat laun mereka akan mempelajari sejarah subkultur ini, dan pada saat itu, mereka akan tahu, sejauh mana mereka akan tetap menganut skinhead sebagai pilihan dan cara hidupnya.
Kata Kunci : Budaya