Kinerja Disperindagkop Sleman dalam Mempromosikan Gerakan “100% Cinta Indonesia” untuk Meningkatkan Permintaan Produk dalam Negeri
HAFIDZ, Muhamad , Ambar Widaningrum
2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Gerakan 100% Cinta Indonesia muncul sebagai respon dari dominasi produk asing dan sebagai upaya untuk menciptakan pasar domestik bagi pelaku usaha lokal agar mampu menjaga eksistensi di tengah ketatnya persaingan. Pada ranah teknis, promosi gerakan 100% dilaksanakan oleh masing-masing Disperindagkop di daerah-daerah termasuk Sleman. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja Disperindagkop Sleman dalam mempromosikan gerakan 100% Cinta Indonesia. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah promosi pemasaran sosial. Promosi pemasaran sosial merupakan teknik yang diadopsi dari pemasaran komersial. Promosi pemasaran sosial adalah upaya yang dilakukan untuk mengenalkan ide atau adopsi perilaku yang bertujuan untuk mempengaruhi masyarakat merubah perilaku yang dianggap tidak baik menjadi lebih baik. Menurut Kotler (2001) untuk menilai kinerja promosi pemasaran sosial maka dapat dilihat dari hasil dan proses. Berdasarkan Kotler (2001), maka penilaian kinerja dari sisi hasil dapat terlihat dari permintaan produk dalam negeri dan persepsi masyarakat terhadap promosi 100% Cinta Indonesia. Dari sisi proses, maka penilaian kinerja yang dilakukan melalui penggunaan media promosi, partisipasi pihak lain dan kemampuan aparat. Metode penilitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Bodgan dan Taylor, 1975:5). Adapun teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Penggunaan kuesioner dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap promosi 100% Cinta Indonesia. Kinerja Disperindagkop Sleman dapat terlihat dari hasil dan proses. Berdasarkan hasil kinerja Disperindagkop masih kurang maksimal, hal ini dapat terlihat dari jumlah masyarakat yang dapat menangkap pesan yang disampaikan masih sedikit. Sedangkan berdasarkan proses, dari sisi internal kinerja disperindagkop Sleman cukup baik. Hal ini terlihat dari kemampuan aparat yang cukup memadai. Akan tetapi dari sisi eksternal masih kurang maksimal, hal ini terlihat dari strategi promosi yang digunakan kurang berorientasi ke dalam negeri, dan kurang adanya penyuluhan-penyuluhan cinta produk Indonesia dan partisipasi pihak lain. Dari hasil penelitian ini ada beberapa hal yang harus diperbaiki antara lain Disperindagkop Sleman hendaknya memerintahkan bahkan mewajibkan setiap produknya untuk mencantumkan logo “100% Cinta Indonesia dan melakukan penyuluhan kepada masyarakat terutama pada remaja ataupun usia dini. hal ini perlu dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai cinta produk Indonesia kepada masyarakat.
Kata Kunci : Kinerja