Laporkan Masalah

Dua Varian Konstruk Wahhabi Paska 9/11 di Indonesia (Analisis Wacana Kritis Terhadap Representasi Wahhabi yang diproyeksikan oleh Jaringan Islam Liberal (JIL) melalui website www.islamlib.com )

AKBAR, Nuruddin Al , Amalinda Savirani

2012 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Tujuan dari penelitian ini ialah membongkar pewacanaan Wahhabi yang dilakukan oleh Jaringan Islam Liberal (JIL) melalui narasi-narasi yang ada dalam website JIL, dan berupaya menemukan keterkaitan antara pewacanaan JIL dengan konstruk Wahhabi yang berkembang di masyarakat. Konstruk yang berkembang dapat dipilah menjadi dua wacana yang berbeda: pertama wacana yang mempersepsikan Wahhabi sebagai kalangan yang memiliki keyakinan atau prinsip teologis tertentu, seperti tidak tahlilan dan yasinan. Kedua, wacana yang mempersepsikan Wahhabi sebagai akar terorisme Qaeda. JIL merupakan komunitas di Indonesia yang secara aktif mempropagandakan pewacanaan ide Wahhabi sekaligus potensial menyerap dua wacana yang berkembang. Penelitian ini adalah penelitian wacana yang sepenuhnya bersandar pada teks-teks JIL dari website yang beralamat di www.islamlib.com. Telaah pada teks-teks JIL dikerangkai dengan pendekatan discourse coalitions, dikarenakan pendekatan ini memberikan pedoman untuk menganalisis keberadaan wacana yang berbeda dalam tubuh JIL. Proses pembongkaran konstruk dalam penelitian ini akan dibagi menjadi dua tahap: pertama, melakukan telaah konstruk yang terbangun mengenai Wahhabi yang dilakukan oleh anggota JIL secara individual, kedua, melakukan kategorisasi aktor berbasiskan pendekatan discourse coalitions, yang dilanjutkan dengan memetakan titik temu dan titik seteru dari pengelompokan yang berbeda tersebut. Temuan penelitian menunjukkan beberapa hasil sebagai berikut: Pertama, Ada dua varian wacana yang berkembang dalam JIL, pertama memposisikan Wahhabi sebagai aliran “sesat” dan “membahayakan” bagi eksistensi Muslim non Wahhabi, sementara kedua, memposisikan Wahhabi sebagai aliran yang “membahayakan” bagi dunia, dikarenakan Wahahbi adalah akar ideologis Al Qaeda. Kedua, terdapat titik temu dan titik seteru dalam kedua varian wacana, sebagai contoh titik temu keduanya ialah mempersepsikan Wahhabi berbahaya bagi umat Islam non Wahhabi, sedangkan titik seteru terletak pada pengasosiasian Wahhabi sebagai sebuah ancaman, varian pertama mengasosiasikan Wahhabi berbahaya bagi dunia Islam non Wahhabi, sedangkan varian kedua mengasoisiakan Wahhabi berbahaya bagi dunia secara umum, terkait persoalan terorisme yang menargetkan baik Muslim maupun non Muslim. Kedua, Keberadaan dua varian konstruk Wahhabi JIL dikarenakan pengaruh wacana yang berkembang dalam mempersepsikan Wahhabi. Kata Kunci: Wahhabi, JIL, Discourse coalitions

Kata Kunci : Agama Islam


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.