Laporkan Masalah

Pemanfaatan Ruang Dalam Pembentukan Variasi Identitas Pathok Negoro Sebuah Kajian Tentang Politic of Space (Studi Mengenai Pembentukan Identitas Pathok Negoro Mlangi, Plosokuning, Babadan, dan Dongkel

MALLANY, Yenny Retno, Abdul Gaffar Karim

2012 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Negoro adalah 4 titik wilayah kelompok masyarakat yang mengitari Kraton Yogyakarta. Ia lahir dari pertimbangan matang untuk menerima tugas penting yang akan berpengaruh meluas terhadap langgengnya Kerajaan Yogyakarta. Akan tetapi Ia berpapasan zaman, situasi‐kondisi, perkembangan masyarakat yang mendorong Pathok Negoro untuk berubah. Tugas Pathok Negoro secara formal adalah sebagai lembaga peradilan agama, dan secara informal menjadi batas spiritual dan kultural Kraton Yogyakarta. Kelekatan kehadiran Pathok Negoro dengan aturan‐aturan Kraton yang penuh pertimbangan secara geografis maupun strategis menjadikan Pathok negoro sebagai space yang ‘berbeda’ dengan space lainnya. Disinilah kajian ini menekankan satu hal penting yang sering dinilai salah kaprah, yakni bahwa kehadiran ‘ruang’ merupakan sesuatu yang given atau terberi. Dalam keseluruhan tulisan ini, ruang menempati posisi paling penting dalam mendorong perkembangan suatu masyarakat dan menjadi elemen dalam menata dan memberikan pilihan identitas baru terhadap fokus obyek penelitian, yakni Pathok Negoro. Ruang menjadi media dalam memahami konstruksi sosial masyarakat karena pembentukan ruang itu sendiri dihasilkan oleh power yang dibentuk secara terus menerus oleh berbagai aktor yang berkepentingan. Kepemilikan atau dominasi terhadap ruang memberikan aktor tertentu untuk memberikan kontrol atas aktifitas‐aktifitas yang terjadi di dalamnya. Penelitian ini dengan lugas menggunakan rangkaian kerangka konsep dan teori yang telah dijalin sebagai alur sekaligus pengawal dalam memberi fokus penelitian. Kajian mengenai space dan identitas adalah dua konsep besar yang menjadi senjata utama dalam penelitian ini. Perubahan corak atau karakter tiap titik juga menjadi salah satu indikator dari berubahnya identitas tiap titik Pathok Negoro. selanjutnya, dengan menggunakan metode etnografi dan sedikit bantuan semiotika dalam upaya untuk mendapatkan data yang akan mendukung penelitian ini, maka kebutuhan akan berbagai perspektif dan sumber data dapat dicapai hingga mencapai capaian hasil penelitian yang komprehensif. Pada akhirnya, keseluruhan kajian ini mempertontonkan hasil seperti yang telah diduga sebelumnya bahwa keberadaan space adalah elemen utama yang mendorong berbagai perubahan‐perubahan yang terjadi di masyarakat Pathok Negoro. variasi perbedaan identitas yang muncul saat ini di Pathok Negoro terjadi karena ruang yang juga berbeda. Desakan intern maupun ekstern di masing‐masing Pathok Negoro mendorong ruang untuk berubah menyesuaikan situasi dan kondisi yang kemudian pada akhirnya ikut mempengaruhi sistem dan struktur sosial di masyarakat. termasuk juga keinginan untuk mempertahankan atau tidak mempertahankan keaslian dari Pathok Negoro itu sendiri. Space Pathok Negoro bukan lagi suatu hal yang secara alami begitu saja hadir dalam kehidupan manusia. kehadirannya sarat akan kepentingan aktor. kekuasaan yang dimiliki oleh ruang Pathok Negoro tidak pernah melepaskannya dari berbagai kepentingan‐kepentingan lain yang mengikutinya, hingga ia dimenangkan oleh zaman itu sendiri. Bahkan, dunia ini diciptakan dengan suatu tujuan.. Keywords: Ruang (space), Identitas, Kepentingan, Power (Kekuasaan)

Kata Kunci : Kekuasaan ; Identitas ; Kepentingan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.