Interaksi Antara PT.SARI HUSADA, LKN PKPU Dan PKK Kemudi Dalam Implementasi “RUMAH SRIKANDI” (Studi Corporate Social Responsibility PT.Sari Husada Program Pemberdayaan Masyarakat Rumah Srikandi Pramba
AZIZAH, Septiana Nur, Ely Susanto
2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Pembangunan fisik maupun pembangunan manusia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, akan tetapi swasta dan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam melakukan pembangunan. Minimal pembangunan dilakukan dilingkungan masing-masing ataupun lingkungan yang terdekat dengan pusat aktifitas mereka. CSR dapat menjadi salah satu cara yang digunakan oleh swasta dalam melakukan pembangunan. Memang, tidak dapat dipungkiri, meskipun CSR dapat memberikan dampak yang positif kepada masyarakat akan tetapi motivasi perusahaan dalam melakukan CSR sendiri belum tentu murni membantu masyarakat. Sifat CSR yang “dua muka”, selain bertujuan untuk melakukan pembangunan juga bertujuan untuk pencitraan diri perusahaan guna melakukan investasi sosial. Berdasarkan tujuan-tujuan itulah program CSR dicetuskan, ada perusahaan yang benar-banar terlibat aktif dalam program dan tidak terkesan hanya bersifat charity saja. PT.Sari Husada dengan CSR Rumah Srikandi merupakan salah satu contoh kegiatan CSR yang berkelanjutan dan unik. Keunikan Rumah Srikandi terletak pada tiga pilar yang dijalankannya yaitu pilar pendidikan,kesehatan dan ekonomi. Rumah Srikandi bukan merupakan kegiatan CSR yang bersifat charity saja akan tetapi berkelanjutan dan melibatkan tiga aktor dalam implementasinya, yaitu PT.Sari Husada, Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU dan Kader PKK Desa Kemudo. Interaksi antara ketiga aktor tersebut menentukan implementasi pilar-pilar yang dijalankan dalam Rumah Srikandi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi yang terjadi dalam implementasi Rumah Srikandi. Teori yang digunakan yaitu teori yang berkaitan dengan CSR, teori yang berkaitan dengan peran dan pemberdayaan masyarakat serta teori interaksi. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa interaksi yang terjadi dilapangan harmonis dan terlihat “ngewongke”serta tidak terkesan menggurui ataupun mendominasi. Dengan inetraksi yang harmonis dan masyarakat merasa dijadikan subjek pembangunan serta otonomi dalam mengelola program kerja Rumah Srikandi, dapat dikatakan bahwa CSR Rumah Srikandi telah berhasil memberdayakan masyarakat setempat.
Kata Kunci : Interaksi Pembangunan