Laporkan Masalah

Terasing di Negeri Sendiri Strategi Masyarakat Lampung asli dalam Mempertahankan Identitas Etnisnya Berhadapan dengan Masyarakat Transmigran di Desa Bagelen, Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provins

WIJAYANTI, Dian Erlina, Nur Azizah

2012 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Sebagai salah satu Provinsi di Pulau Sumatera, Lampung merupakan provinsi yang cukup unik. Tidak seperti kebanyakan Provinsi lainnya, Bahasa Lampung adalah bahasa yang tidak mendapatkan tempat cukup istimewa bagi masyarakat Lampung. Penggunaan Bahasa Jawa justu mendominasi hampir semua percakapan di dalam kehidupan sehari-hari. Kemuduran penggunaan Bahasa Lampung ini berdampingan juga dengan budaya-budaya asli mereka yang semakin tidak populer di kalangan masyarakat Lampung sendiri, khususnya di Desa Bagelen. Desa Bagelen adalah desa tujuan transmigrasi pertama kali yang dilaksanakan oleh Belanda, yang dulunya bernama kolonisasi. Pemindahan penduduk skala besar inilah yang kemudian disinyalir sebagai salah satu faktor yang membuat membengkaknya jumlah orang Jawa di Lampung. Disamping karena pelaksanaanya yang berlangsung hampir setiap tahun hingga berlanjut dan berganti nama menjadi transmigrasi, membludaknya jumlah orang Jawa dan membudayanya budaya Jawa ini juga turut didukung kebijakan pemerintah sejak kolonial hingga pasca kemerdekaan yang merombak sistem adat masyarakat Lampung asli. Sehingga yang kemudian terjadi adalah terpinggirkannya masyarakat Lampung asli dan merebaknya budaya Jawa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan jawaban atas strategi masyarakat Lampung asli dalam mempertahankan budayanya berhadapan dengan transmigran di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung yang mana pada masa ini terjadi sebuah fenomena yang menempatkan masyarakat Lampung asli justru sebagai pendatang. Sebagai desa pertama transmigrasi, tidak heran bila kemudian masyarakat beserta budayanyalah yang mendominasi kehidupan bermasyarakat. Sementara itu masyarakat Lampung asli yang jumlahnya kurang dari seperempat orang Jawa di desa ini menyandang status pendatang hasil dari perkawinan dengan orang asli Desa Bagelen atau hijrah dan menetap di Desa tersebut oleh karena tuntutan pekerjaannya. Penelitian ini didasrkan pada teori strategi kebudayaan milik van Puersen yang lebih melihat kebudayaan sebagai salah satu identitas yang melekat pada diri setiap manusia dan dalam perkembangannya manusia akan menjalani fase-fase dimana manusia akan dihadapkan pada perubahan yang membuatnya harus memilih untuk membuka diri atau bertahan dengan identitasnya tersebut. Dengan melakukan wawancara kepada sejumlah warga dan perangkat desa serta observasi terhadap interaksi antar warga di dalam desa, didapatkan hasil yang cukup menjelaskan perihal strategi yang selama ini dilakukan oleh orang Lampung asli di Desa Bagelen. Kekalahan jumlah dan dominasi budaya Jawa nyatanya menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi orang Lampung asli untuk memilih melebur dan membuka diri terhadap budaya Jawa di lingkungan sekitar mereka serta mengekslusifkan budaya mereka hanya untuk konsumsi kelompok sendiri. Mereka mempelajari bahasa Jawa dan mengaplikasiannya di dalam kehidupan sehari-hari, bahkan tidak jarang mereka ikut larut dalam acara-acara budaya orang Jawa. Hal inilah yang kemudian menjelaskan dominannya budaya Jawa yang terjadi di dalam interaksi antar warga di Desa Bagelen. Sementara itu bagaimana dengan budaya Lampung asli sendiri tersimpan rapi di dalam kelompok mereka sendiri. (kata kunci: transmigrasi, masyarakat Lampung asli, strategi kebudayaan, peleburan, ekslusivitas budaya)

Kata Kunci : Transmigrasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.