Masyarakat Sipil dan Advokasi Kebijakan di Tingkat Lokal (Studi LSM Fahmina Institute dalam Penanganan Kasus Trafficking di Indramayu)
AMELIA, Belgys Noor, Amalinda Savirani
2012 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)LSM Fahmina Institute merupakan sebuah LSM yang berada di Kota Cirebon, sebuah daerah yang masyarakatnya kurang menyadari kehadiran dan kegunaan LSM. Salah satu pencapaian Fahmina Institute adalah keberhasilannya mendesak pemerintah untuk menyusun regulasi yang dapat melindungi warganya dari tindak kekerasan dan kejahatan yang menimpa buruh migran dan perempuan, yakni Perda No. 14 tahun 2005 tentang Pencegahan dan Pelarangan Trafiking untuk Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Indramayu. Penelitian ini ingin melihat bagaimana strategi advokasi LSM Fahmina Institute dalam mendorong lahirnya kebijakan pencegahan dan pelarangan trafiking untuk eksploitasi seksual komersial anak di Indramayu. Fahmina melakukan advokasi khususnya di daerah yang memiliki jumlah kasus trafficking tinggi dengan masyarakatnya yang sudah menganggap biasa kegiatan trafficking dalam kesehariannya. Fahmina melakukan advokasi di Indramayu yang masih termasuk dalam lingkup daerah wilayah III Cirebon. Faktor ekonomi dan pendidikan menjadi cikal bakal terjadinya kasus trafficking, ditambah dengan lingkungan yang mendukung praktek kerja pelaku trafficking di Indramayu. Tingginya kasus trafficking yang dapat dengan mudah ditemui setiap harinya mendesak pemerintah daerah Indramayu untuk melahirkan kebijakan tersebut. Didukung dengan pendekatan yang dilakukan Fahmina beserta jejaring yang dinamakan SANTRI (Satuan Tugas Anti Trafiking). Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan mengambil fokus pada LSM Fahmina Institute selaku pencetus ide advokasi. Pendekatan ini dapat membantu peneliti untuk menggambarkan secara lebih lengkap proses advokasi yang dilakukan Fahmina, dimulai dengan pengangkatan isu trafficking hingga mempengaruhi pembuat kebijakan dan berakhir pada lahirnya kebijakan. Data diperoleh dengan wawancara dengan pelaku advokasi, yaitu Fahmina dan jaringannya. Kemudian diperkuat dengan dokumen-dokumen pendukung dan crosscheck pada pemerintah terkait selaku pembuat kebijakan dan aspek pendukungnya. Berdasarkan hasil temuan peneliti tampak bahwa Fahmina menggunakan dua strategi dengan target masyarakat dan negara. Kedua strategi ini terbukti efektif mempengaruhi pemikiran pemerintah daerah Indramayu untuk melahirkan kebijakan pencegahan dan pelarangan trafiking. Akhir penelitian ini menunjukkan keberhasilan LSM dalam menjalankan perannya melalui advokasi kebijakan ke tingkat pemerintah di tengah situasi ketidakpedulian masyarakat akan kinerja LSM dan target advokasi yang tidak menyadari dirinya sebagai korban. (Kata kunci: advokasi kebijakan, strategi advokasi, LSM, trafficking)
Kata Kunci : Advokasi