Studi Tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Kapasitas Masyarakat Oleh Kelompok Siaga Bencana Pandanaran Di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
PRADIPTA, Wahyu Eka , Bahruddin
2012 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)pegunungan api yang aktif dari Sabang sampai Merauke. Bencana merupakan kejadian yang tidak bisa dihindarkan dampaknya yang menyebabkan kerusakan seperti lahan, infrastruktur, pemukiman, kebakaran hutan, tercemarnya air sungai dan sumber penghidupan masyarakat. Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 mengedepankan bahwa upaya penanganan bencana harus dilakukan untuk mengurangi dampak dari bencana tersebut. Kebijakan pemerintah tersebut tidak akan berjalan tanpa ada campur tangan masyarakat. Munculnya KSB Pandanaran merupakan sebuah inovasi dan kreatifitas dari sebagian masyarakat untuk mengimplementasikan kebijakan pemerintah tersebut. Sebagai institusi lokal KSB Pandanaran dibantu oleh beberapa lembaga seperti JRF, SAR, dan PMI guna melakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menangani bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh KSB Pandanaran dalam meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Paseban khususnya dibidang kebencanaan dan melihat bagaimana respon Pemerintah Daerah dan masyarakat Desa Paseban terhadap keberadaan KSB Pandanaran secara lebih mendalam. Adapun yang menjadi ruang lingkup penelitian adalah Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang didasarkan kebutuhan untuk mendapat informasi yang sebenar-benarnya dari berbagai pihak yaitu masyarakat Desa Paseban, KSB Pandanaran, Pemerintah Desa dan beberapa dari badan yang turut andil dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat khususnya di bidang kebencanaan di Desa Paseban. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, karena akan menggali lebih mendalam pandangan berpikir yang menekankan fokus pengalaman-pengalaman subyektif manusia dan interpretasi-interpretasi mengenai obyek penelitian yang akan menghasilkan data yang lebih menyeluruh dan kontekstual, sesuai dengan perkembangan yang terjadi di lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa upaya peningkatan kapasitas masyarakat oleh KSB Pandanaran melalui beberapa kegiatan. Pertama adalah penyadaran masyarakat. Kedua, berupa sosialisasi mengenai kebencanaan yang dibantu oleh aparat desa dan anggota JRF. Terakhir, pemberian pelatian dan simulasi yang dibantu oleh JRF, SAR Klaten, PMI Klaten, TNI dan balai kesehatan terdekat. Hasil dari upaya-upaya peningkatan kapasitas masyarakat tersebut menghasilkan hubungan timbal balik yang tercermin dalam sikap saling percaya antara KSB Pandanaran dan masyarakat Desa Paseban, dimana masyarakat percaya bahwa KSB Pandanaran merupakan institusi lokal yang berperan sebagai ‘alarm’ tanda bahaya melalui siaran Radio Komunitas Jabalkat dan KSB Pandanaran juga percaya akan kemampuan masyarakat dalam memanajemen bencana sehingga akan mempermudah proses-proses serta koordinasi saat terjadi bencana di Desa Paseban.
Kata Kunci : Pemberdaya Masyarakat, Bencana