Laporkan Masalah

Gerakan Perlawanan Petani Setrojenar Upaya Petani Dalam Mempertahankan Klaim Tanah dari TNI

SILVIANI, Aditya Ekky , Bayu Dardias Kurniadi

2012 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Permasalahan agraria sebenarnya sudah lama terjadi, bahkan sejak pertama kali NKRI terbentuk. Pergantian rezim kerap diiringi dengan pergantian ideologi dan kebijakan yang terkadang tidak berpihak pada petani. Tanah merupakan permasalahan yang sangat sensitif jika dihembuskan di kalangan petani, karena tanah merupakan tumpuan hidup mereka. Petani selama ini memang dikenal sebagai kaum yang terpinggirkan dan objek dari segala tuntutan. Namun dibukanya kran reformasi, agaknya telah memberikan kesempatan politik yang lebih luas bagi petani untuk menyuarakan aspirasinya dan sanggup melahirkan sebuah gerakan perlawanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali awal mula lahirnya gerakan perlawanan petani dan mekanisme yang menyertainya. Untuk mengarahkan dan mempermudah dalam mendapatkan informasi tersebut, penulis menggunakan beberapa konsep yakni petani dan tanah dan gerakan sosial sebagai gerakan perlawanan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif agar hasil penelitian lebih mendalam, dengan digunakannya metode wawancara dan observasi. Gerakan perlawanan petani Setrojenar lahir karena akumulasi konflik pertanahan yang telah berlangsung selama hampir 30 tahun antara petani dan TNI. Dari 15 Desa yang berkonflik dengan TNI, hanya Desa Setrojenarlah yang masih aktif melakukan perlawanan hingga kini. Adanya faktor-faktor seperti akumulasi rasa ketidakpuasan bersama, kesempatan, sumber daya, dan harapan yang lebih cerah akan hari esok membuat gerakan petani Setrojenar bisa berlangsung. Selain itu, adanya pendidikan hukum dan politik dari LSM, dukungan dari Kepala Desa dan perangkatnya, serta hadirnya sosok pemimpin yang mampu mengorganisir massa membuat gerakan petani Setrojenar lebih mudah melakukan penggalangan massa dan masih mampu bertahan hingga kini. Kata Kunci: Konflik Tanah, Gerakan Sosial, Petani.

Kata Kunci : Gerakan Sosial, konflik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.