Pers Mahasiswa Menolak Komersialisasi Pendidikan (Analisis Wacana Berita Balairung, Catatan Kaki, dan Suara USU Tahun 2000 - 2005 Pasca Penetapan Pendidikan Tinggi Sebagai Badan Hukum)
UTOMO, Wisnu Prasetya, Ana Nadhya Abrar
2012 | Skripsi | Ilmu KomunikasiPasca runtuhnya rezim otoritarian Orde Baru, pers mahasiswa mengalami titik balik. Apa yang sebelumnya diperjuangkan justru membuat pers mahasiswa terpinggirkan dan perannya diabaikan. Gangguan krisis eksistensial melanda salah satu entitas gerakan mahasiswa ini. Situasi sosial politik juga memaksanya untuk mengusung gagasan back to campus. Tepat dalam waktu yang sama, muncul gejala komersialisasi dalam dunia pendidikan tinggi di tanah air. Gejala ini pada awalnya ditandai dengan keluarnya Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 1999 tentang Penetapan Pendidikan Tinggi Sebagai Badan Hukum. Aturan tersebut dianggap sebagai bentuk pelepasan tanggung jawab pemerintah untuk membiayai pendidikan. Perguruan Tinggi di tanah air dipaksa mencari sumber pembiayaan lain untuk biaya operasional. Dampak utamanya, biaya pendidikan menjadi semakin mahal dan tak terjangkau masyarakat kalangan menengah ke bawah. Pers mahasiswa, menjadi salah satu elemen mahasiswa yang melakukan penolakan terhadap komersialisasi pendidikan. Resistensi dilakukan oleh sebagian besar pers mahasiswa di Indonesia. Dalam penelitian ini, pers mahasiswa yang diteliti adalah Balairung UGM, Catatan Kaki Unhas, dan Suara USU. Ketiganya menunjukkan perlawanan ―yang sama tapi berbeda‖ atas komersialisasi yang terjadi di kampus masing-masing. Secara lebih spesifik, penelitian difokuskan pada berita-berita yang ditampilkan pada tahun 2000-2005. Kurun waktu ini merupakan era awal terjadinya komersialisasi pendidikan yang dilegitimasi oleh berbagai kebijakan pemerintah. Untuk melihat bagaimana penolakan tersebut dilakukan, penelitian ini menggunakan analisis wacana Teun Van Dijk. Van Dijk membagi tiga dimensi wacana yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Tiga dimensi ini mampu menautkan antara teks yang berada dalam ranah mikro, kognisi sosial di ranah meso dengan konteks sosial yang merupakan ranah makro. Dengan menghubungkan ketiganya, bisa didapatkan kesimpulan yang utuh tentang strategi pers mahasiswa dalam menampilkan wacana komersialisasi pendidikan. Kata Kunci: Pers Mahasiswa, Komersialisasi Pendidikan, Wacana
Kata Kunci : Pers Mahasiswa: Pendidikan