Strategi Pelibatan Laki-Laki Dalam Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( Studi di LSM Rifka Annisa )
PUSPITASARI, Saifa Aulia, Muhadjir Darwin
2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Ketidakadilan dan ketimpangangender merupakan 2 permasalahan dalam masyarakat. Pemahaman mengenai keadilan dan kesetaraan gender masih kurang. Kurangnya pemahaman ini semakin diperparah dengan adanya budaya patriakhi yang ada di masyarakat. Budaya patriakhi memposisikan laki-laki dalam tingkat superior dan perempuan di tingkat subordinat. Budaya patriakhi juga melahirkan stereotype maskulin dan feminim. Maskulinitas ini menuntut laki-laki mempunyai sifat fisik berotot, kuat, tangguh, keras, tidak cengeng, dapat menjadi pemimpin, dan sebagainya. Sedangkan feminim diidentikkan dengan orientasi fisik perempuan ramping, halus, lemah lembut, pemberi cintakasih, keibuan, dan sebagainya. Stereotype ini menimbulkan hubungan bias antara laki-laki dan perempuan. Tuntutan maskulinitas telah membuat banyak laki-laki melakukan kekerasan terhadap perempuan, mayoritas kekerasan terjadi dalam rumah tangga. Hal ini berkaitan dengan pandangan laki-laki maskulin yang identik dengan otot. Tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga membuat banyak berdirinya LSM yang berorientasi pada perempuan, salah satunya LSM Rifka Annisa. Salah satu langkah yang digunakan organisasi tersebut untuk menghapus kekerasan dalam rumah tangga adalah dengan program pelibatan laki-laki dalam pemghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pelibatan laki-laki yang dilakukan LSM Rifka Annisa dalam penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dan diinterpretasikan menurut tahapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelibatan laki-laki dalam penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (Mens Program) adalah program perubahan perilaku pelaku kekerasan. Data yang diperoleh menunjukkan klien yang datang dan melakukan konseling di LSM Rifka Annisa masih sedikit. Tahapan konseling sendiri terdiri dari 4 tahapan yaitu contemplation, preparation, pre contemplation, dan action. Hambatan yang dialami LSM terdapat pada individu, masyarakat, dan negara. Sedangkan faktor pendukungnya juga terdapat pada individu, masyarakat, dan negara. Untuk mendukung Mens Program, LSM telah melakukan kampanye, jejaring dengan masyarakat, organisasi lain, dan negara. Kata kunci: gender, laki-laki, kekerasan dalam rumah tangga, Mens Program.
Kata Kunci : gender