Penyelesaian Peran Ganda Perempuan Terhadap Keberhasilan Tugas Pengasuh Anak Akibat Pergeseran Peran Dari Wilayah Domestik Ke Wilayah Publik
ROSANTI, Septina Wahyu , Tri Winarni Soenarto Putri
2012 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Perempuan, dalam sebuah keluarga, secara kodrati adalah ibu yang melahirkan anak-anaknya. Dalam sistem kemasyarakatan yang patriarkhis, peran ini berdampak pada peran sosial yang kemudian diarahkan pada pembatasan tanggung jawab seorang perempuan hanya di wilayah domestik. Sistem kapitalis yang kemudian berkembang memiliki andil besar dalam pembentukan tata nilai yang menganggap bahwa fungsi publik, yang menjadi milik laki-laki, bersifat produktif dan lebih bernilai dibandingkan dengan fungsi domestik yang harus dipikul perempuan. Hal ini menyebabkan timbulnya subordinasi terhadap perempuan. Ketimpangan dan ketidakadilan gender ini kemudian memunculkan ide-ide dan gerakan-gerakan perempuan untuk menuntut adanya kesetaraan terhadap laki-laki, yaitu kesetaraan dalam memperoleh kesempatan dan peluang yang sama bagi perempuan terhadap akses pendidikan dan informasi serta untuk dapat berperan di sektor publik. Gelombang gerakan perempuan ini, walaupun pada akhirnya membawa hasil, yaitu dengan terbukanya kesempatan yang lebih luas bagi perempuan untuk dapat berkiprah di wilayah publik, sayangnya, masih menyisakan nilai-nilai paradigma lama, sehingga kemudian muncul jargon peran ganda perempuan, di mana urusan di sektor domestik masih tetap menjadi tanggung jawab utama bagi perempuan. Untuk meneliti pengaruh peran ganda pada perempuan, khususnya di daerah Kotagede Yogyakarta, terhadap tugas domestik, dalam hal ini pengasuhan anak, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi interpretatif yang didasarkan pada teori fungsional struktural sehingga akan diperoleh pemahaman mengenai pergeseran peran perempuan ke arah publik dan kendala yang harus dihadapi dalam menyelesaikan tugas domestiknya, baik yang berasal dari diri, keluarga dan masyarakat sekitar. Dengan penelitian ini, pergeseran fungsi sosial perempuan tersebut diharapkan dapat dipandang sebagai suatu kebutuhan yang wajar yang lahir dari kondisi aktual perekonomian saat ini dan akan diikuti oleh adanya pembagian fungsi yang lebih adil antara perempuan dan laki-laki dalam dua sektor yang telah lama terpisah secara tegas, di mana di antara mereka akan muncul kompromi, sehingga baik laki-laki maupun perempuan dapat mengembangkan diri dan potensi yang dimiliki secara lebih luas tanpa harus mengorbankan keluarga, dalam hal ini anak, berkait dengan masalah pengasuhan yang dibutuhkannya sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik.
Kata Kunci : Gender,