Peran Badan Keswadayaan Masyarakat dalam Implementasi PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Catur Tunggal, Kecamatan Depok
SATYAWAN, Wahyu, Erwan Agus Purwanto
2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Semakin pesatnya pertumbuhan kota dan derasnya arus urbanisasi dan dampak daripada krisis ekonomi beberapa tahun terakhir ini, membuat kemiskinan di perkotaan semakin meningkat. Hal ini diantisipasi oleh kebijakan pemerintah terdahulu berupa JPS (Jaring Pengaman Nasional), BLT (Bantuan Langsung Tunai), namun fakta di lapangan hasilnya kurang memuaskan. Berdasarkan pengalaman-pengalaman terdahulu maka P2KP (Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan) yang sejak tahun 2007 berganti nama dengan PNPM Mandiri Perkotaan menggunakan instusi lokal sebagai pelaksana proyek, yaitu BKM yang dibentuk dari dan oleh masyarakat sendiri, sehingga pendekatan yang dipergunakan bersifat bottom-up. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini menggunakan pertanyaan penelitian berupa bagaimana peran institusi lokal (BKM) dalam implementasi PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Catur Tunggal, dengan memperinci tentang;(1) Realitas keberadaan institusi lokal dalam penanggulangan kemiskinan di perkotaan melalui PNPM Mandiri Perkotaan,(2) Implementasi penanggulangan kemiskinan PNPM Mandiri Perkotaan,(3) Manfaat dari program PNPM Mandiri Perkotaan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan langkah-langkah pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini berfokus pada BKM sebagai institusi lokal, mulai dari proses pembentukan, program-program BKM didalam mengimplementasikan program PNPM Mandiri Perkotaan dan pelaksanaan di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi program PNPM Mandiri Perkotaan kemudian mengidentifikasikan dan mendeskripsikan peran Badan Keswadayaan Masyarakat sebagai institusi lokal dalam menggalang partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Dari hasil penelitian yang ada dapat ditarik beberapa indikasi pokok bahwa keberadaan sebuah institusi lokal ditentukan oleh kesesuaian dengan nilai-nilai dan budaya setempat serta seberapa besar institusi tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, dan partisipasi masyarakat akan semakin meningkat bila pembangunan menggunakan media lembaga lokal yang ada. Sedangkan bentuk dari program penanggulangan adalah bantuan dana bergulir , program-program pelatihan dan dana hibah, yaitu dana yang digunakan untuk membangun sarana dan prasarana, manfaat PNPM Mandiri Perkotaan ini adalah memberdayakan masyaraakat miskin dengan peminjaman modal usaha, bantuan pembangunan sarana/prasarana dan dana untuk pelatihan. Selain hal tersebut terbentuknya BKM sebagai institusi lokal yang membantu menanggulangi kemiskinan. Dalam rangka pembangunan desa hendaknya pemerintah akan terus memanfaatkan institusi lokal ini sebagai ujung tombak pembangunan yang melaksanakan berbagai program pembangunan yang ada. Sehingga pemerintah tidak perlu lagi membentuk lembaga ataupun kelompok pelaksana baru, karena institusi lokal yang sudah ada jauh lebih mengerti tentang kehidupan masyarakat setempat
Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat