Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Pendapatan Dari Sektor Izin Mendirikan Bangunan (IMB) (Studi Kasus di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Pemerintah Kabupaten Tangerang Tahun 2009 dan 2010)
NUGRAHA, Ikhwan Ciptadi , Agus Heruanto Hadna
2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah daerah diharapkan memiliki kemandirian yang lebih besar dalam mengatur rumah tangganya sendiri. Satu ukuran yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan daerah dalam mengatur dan mengurus rumah tangganya adalah dengan melihat kemampuan daerah mengelola APBD dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kabupaten Tangerang sebagai salah satu daerah yang memiliki PAD yang surplus sejak tahun 2006 mengalami penurunan PAD dalam jumlah besar pada tahun 2010. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebagai salah satu potensi PAD Kabupaten Tangerang juga mengalami penurunan pendapatan dalam jumlah besar pada tahun 2009 dan 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan pendapatan retribusi IMB Kabupaten Tangerang pada tahun 2009 dan 2010. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Kekuatan melakukan wawancara dan mengakses informasi melalui data sekunder menjadi kekuatan utama yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data. Dalam penelitian ini ditemukan berbagai macam fenomena menarik terkait dengan tujuan penelitian, salah satunya adalah faktor yang mempengaruhi penurunan PAD Kabupaten Tangerang pada tahun 2010. Fenomena tersebut berkaitan dengan tujuan penelitian ini dan faktor yang mempengaruhinya adalah pemekaran Kota Tangerang Selatan pada tahun 2008 sebagai faktor terbesar yang mempengaruhi penurunan PAD Kabupaten Tangerang pada tahun 2010. Peneliti mengindikasikan beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan pendapatan retribusi IMB Kabupaten Tangerang pada tahun 2009 dan 2010, yaitu faktor struktur organisasi pelaksana, sumber daya manusia, pemekaran wilayah Kota Tangerang Selatan dan krisis ekonomi global tahun 2008-2009. BP2T sebagai organisasi pelaksana pemungutan retribusi IMB dianggap bertanggung jawab terhadap penurunan pendapatan retribusi IMB pada tahun 2009 dan 2010. Hal ini dikarenakan struktur organisasi BP2T yang tidak efektif dan efisien dalam melaksanakan pemungutan retribusi IMB, sehingga pada tahun 2010 BP2T berbenah diri dengan mengubah struktur organisasinya dan meningkatkan pelayanan. Hal ini berbuah manis dengan keberhasilan BP2T meningkatan pendapatan retribusi IMB pada tahun 2011 sebesar 126,09% dari target yang telah ditetapkan awal tahun 2010. Untuk faktor sumber daya manusia, peneliti tidak menemukan pengaruh yang signifikan dengan tujuan penelitian, sehingga peneliti menyimpulkan bahwa faktor ini dinilai tidak mempengaruhi terhadap penurunan pendapatan retribusi IMB pada tahun 2009 dan 2010. Sedangkan, peneliti menyimpulkan faktor pemekaran wilayah Kota Tangerang Selatan pada tahun 2008 sebagai faktor terbesar kedua setelah faktor struktur organisasi pelaksana, sebagai faktor yang paling mempengaruhi tujuan penelitian. Hal ini dikarenakan pembagian aset dan sumber PAD Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang Selatan sebagai wilayah pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Faktor krisis ekonomi global juga dinilai peneliti memberikan pengaruh terhadap tujuan penelitian, karena krisis ekonomi global yang terjadi tahun 2008-2009 mengganggu kegiatan perekonomian di Kabupaten Tangerang, terutama berkaitan dengan investor asing yang berbisnis dan akan menanamkan modalnya di Kabupaten Tangerang, sehingga mengurangi pendapatan daerah Kabupaten Tangerang.
Kata Kunci : Perekonomian Daerah