Laporkan Masalah

Gaya Kepemimpinan Herry Zudianto

NURCAHYO, Achmad Sidik, Ambar Teguh Sulistiyani

2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Kota Yogyakarta di bawah kepemimpinan Herry Zudianto telah mampu menunjukkan perkembangan positif ditandai dengan prestasi dan penghargaan yang diterima oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kota Yogyakarta. Selama 10 tahun kepemimpinan Herry Zudianto, lebih dari 86 prestasi dan penghargaan yang diterima. Prestasi dan penghargaan yang diterima serta kemajuan yang dicapai oleh Pemerintah Kota Yogyakarta tidak terlepas oleh faktor kepemimpinan Herry Zudianto. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan Herry Zudianto selama menjabat sebagai walikota Yogyakarta. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan Herry Zudianto, penelitian ini menggunakan dua aspek fungsi kepemimpinan walikota yang terdiri dari tujuh indikator. Aspek yang pertama adalah fungsi manajerial atau administrasi yang terdiri dari fungsi perumusan visi dan misi, fungsi pengambilan keputusan, fungsi komunikasi, fungsi koordinasi, fungsi pengawasan, dan fungsi motivasi. Sedangkan aspek yang kedua adalah fungsi sebagai manajer publik, yaitu fungsi untuk menggerakkan partisipasi masyarakat. Berdasarkan penelitian di lapangan dapat diketahui bahwa dalam perumusan visi dan misi Herry Zudianto menggunakan gaya demokratis, kemudian dalam pengambilan keputusan, Herry Zudianto menggunakan gaya konsultatif/ partisipatif, dalam fungsi komunikasi Herry Zudianto menggunakan gaya demokratis, dalam fungsi koordinasi, Herry Zudianto menggunakan metode mutual adjustment dan koordinasi pendekatan partisipasi masyarakat. Dalam aktivitas pengawasan, Herry Zudianto menggunakan gaya otoriter, sedangkan dalam pemberian motivasi, Herry Zudianto menggunakan dua gaya, yaitu gaya transaksional dan transformasional. Selanjutnya dalam aktivitas sebagai manajer publik untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, Herry Zudianto menggunakan metode yang dapat menyentuh hati masyarakat melalui totalitas dan keteladanan, penggunaan kata kita daripada aku, membangun rasa memiliki dan dimiliki semua masyarakat serta melalui desakralisasi birokrasi. Kritik terhadap kepemimpinan Herry Zudianto juga mengemuka seperti masih sering mencampuri urusan-urusan teknis SKPD, masih sering memperhitungkan cost & benefit dalam setiap kebijakan, kurang perhatian terhadap street level bureaucracy/ staf, dan kurang terbiasa dengan budaya dan aturan birokrasi. Berkaitan dengan hasil pembahasan, saran yang disusun adalah bahwa seorang pemimpin publik harus membangun kesan memiliki dan dimiliki semua masyarakat, untuk menjadi pemimpin efektif sebaiknya menerapkan gaya kepemimpinan situasional dan sikap penuh keteladanan. Sebagai pemimpin harus memberikan teladan yang baik walaupun kebijakan atau program bertentangan dengan prinsip dan kesukaan. Selanjutnya, pemimpin yang berasal dari organisasi swasta yang sangat berbeda dengan organisasi pemerintahan harus menyesuaikan diri dengan budaya dan aturan organisasi pemerintahan yang sudah terbentuk, dengan kata lain pemimpin publik harus mematuhi aturan, kebiasaan dan kegiatan protokoler lainnya sekalipun tidak sesuai kebiasaan. Kata kunci : Herry Zudianto, gaya kepemimpinan

Kata Kunci : Kepemimpinan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.