Laporkan Masalah

Pertemanan dan Persepsi Mahasiswa dalam Pemilihan Pacar Ideal (Studi pada Mahasiswa Fakultas Sosial dan Ilmu Politik & Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)

TRININGSIH, Luly , Partini

2012 | Skripsi | Sosiologi

Pacaran di kalangan remaja saat ini sudah sangat lumrah. Salah satu diantaranya adalah kelompok mahasiswa yang biasanya pacaran di lingkungannya saat ini jauh lebih serius dibanding saat masih di sekolah. Hal ini karena adanya faktor lingkungan yang menyebabkan mahasiswa berpikir lebih serius untuk masa depan. Lingkungan yang paling berpengaruh pada jenjang perkuliahan adalah pertemanan, karena mahasiswa terutama yang berasal dari luar Yogyakarta memiliki intesitas lebih sering untuk bertemu dengan teman dibandingkan keluarga. Untuk itu saat kuliah lingkungan sosial yang paling berpengaruh adalah lingkungan pertemanan. Namun, mahasiswa tidak menerima pengaruh dari lingkungannya karena mereka sudah cukup dewasa untuk menentukan hal terbaik untuk dirinya. Untuk itu dalam penelitian ini, menelaah mengenai pertemanan mahasiswa dan pemilihan pacar oleh mahasiswa. Selain itu penelitian ini melihat makna gender di kalangan mahasiswa dan implementasinya pada pemilihan pacar sebagai salah satu kelompok terpelajar yang dianggap memiliki pandangan lebih terbuka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk dapat memahami makna dan mendapatkan informasi secara mendalam. Penelitian dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) tepatnya pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik & Fakultas Teknik dengan sasaran penelitian mahasiswa (laki-laki). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan telaah dokumen. Setelah data yang terkumpul dirasa cukup hasil penelitian di analisis menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh George Herbert Mead dan teori gender. Dari hasil penelitian didapat bahwa pertemanan berpengaruh pada pemilihan pacar mahasiswa. Pengaruh ini karena adanya intesitas interaksi mahasiswa yang sering, dimana tindakan terjadi berdasar penafsiran seseorang pada isyarat yang ada disekitarnya. Selain itu mahasiswa memiliki kriteria kriteria dominan dalam memilih pacar, yaitu: fisik, agama, kecerdasan, rasa nyaman, sifat, asal suku, dan keluarga. Temuan lain dari penelitian ini adalah baik mahasiswa yang mengetahui makna gender dan kurang memahami gender tidak memiliki perbedaan dalam pemilihan pacar. Pada kenyataannya isu gender di kalangan mahasiswa hanya sebagai tambahan wawasan tanpa memberikan dampak berarti dalam tindakan dan pemikiran mahasiswa dalam pemilihan pacar. Mahasiswa menerima pemahaman gender namun masih memegang budaya ketimuran, sehingga budaya dan konstruksi masyarakat jauh lebih dominan dalam pemilihan pacar.

Kata Kunci : Fenomena Sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.