STRATEGI PENGEMBANGAN SITUS KERATON RATU BOKO SEBAGAI DESTINASI WISATA
PRAHESTY, Amanda Novalita, I Made Krisnajaya
2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Kabupaten Sleman merupakan salah satu wilayah dengan warisan cagar budaya cukup banyak. Pemerintah daerah mencatat terdapat tidak kurang dari 63 warisan cagar budaya yang terletak di Kabupaten Sleman. Hal ini menunjukkan Kabupaten Sleman kental akan nilai historis yang menjadi ciri khas akan keberadaan masing-masing peninggalan. Cagar budaya ini menjadi salah satu destinasi wisata yang memiliki daya tarik wisata tinggi untuk dikunjungi wisatawan. Dinas pariwisata setempat mencatat jumlah kunjungan ke cagar budaya mencapai angka 2 juta pengunjung tiap tahunnya. Salah satu wisata cagar budaya yang menjadi andalan di Kabupaten Sleman adalah Situs Keraton Ratu Boko yang terletak sekitar 3 km dari Candi Prambanan. Situs ini menjadi salah satu cagar budaya andalan dikarenakan potensi yang dimilikinya. Namun, potensi tersebut belum dapat dimaksimalkan karena upaya pengembangan tidak berjalan secara baik. Beberapa aspek destinasi yang seharusnya ada dalam pariwisata juga belum terlihat di Situs Keraton Ratu Boko sehingga pariwisata belum memberikan kontribusi yang besar bagi pengelola, pemerintah setempat, maupun masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang tepat untuk pengembangan Situs Keraton Ratu Boko sebagai destinasi wisata. Perumusan strategi diawali dengan identifikasi lingkungan internal dan lingkungan eksternal dengan memasukkan analisis tentang destinasi wisata. Data yang diperoleh kemudian di analisis ke dalam matriks SWOT untuk mendapatkan kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman yang dihadapi di sekitar lingkungan organisasi. Hasil rumusan matriks SWOT akan diuji melalui tes Litmus untuk mendapatkan isu paling strategis yang akan dirumuskan menjadi strategi pengembangan Situs Keraton Ratu Boko sebagai destinasi wisata. Strategi pengembangan Situs Keraton Ratu Boko sebagai destinasi wisata yang dihasilkan adalah: (1) Penambahan bentuk atraksi dan amenitas serta perbaikan infrastruktur wisata. (2) Pengembangan potensi wisata untuk mendapatkan dukungan investor. (3) Peningkatan kerjasama dan koordinasi yang jelas dengan pemerintah. (4) Pengoptimalan upaya promosi melalui travel agent dan penggunaan teknologi. (5) Pembentukan Agent of Development di kalangan masyarakat untuk mendukung keberadaan destinasi wisata. (6) Peningkatan kualitas SDM untuk mendukung adanya paket wisata. Strategi tersebut merupakan jawaban penelitian yang digunakan untuk mengatasi masalah pengembangan destinasi yang belum berjalan secara maksimal. Kata kunci: Strategi Pengembangan, Situs Cagar Budaya, Destinasi Wisata
Kata Kunci : Pariwisata