Peran Negara Dalam Pelayanan Sosial Bidang Perumahan Pada Korban Erupsi Gunung Merapi Tahun 2010
ROHMAWATI, Dhina, Danang Arif Darmawan
2012 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Erupsi Merapi pada 2010 lalu menyebabkan ratusan warga di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, kehilangan harta benda termasuk rumah. Hilangnya rumah tersebut merupakan hal yang fatal karena rumah adalah kebutuhan dasar di samping sandang dan pangan. Rumah juga merupakan kunci dari kesejahteraan. Di samping itu, rumah merupakan sarana sosialisasi utama keluarga. Hal tersebut menjadikan korban erupsi sebagai masyarakat rentan. Karena itulah, segala hal menyangkut kebutuhan harus dilayani oleh pemerintah, termasuk perumahan. Masyarakat korban bencana adalah masyarakat rentan yang harus diberdayakan agar bisa kembali sejahtera. Aspek perumahan sendiri sebenarnya telah masuk ke dalam siklus manajemen bencana utamanya dalam tahap rehab-rekons. Analisis dalam penelitian ini dikerangkai oleh perspektif dualitas struktur dimana di dalam pola birokrasi rehabilitasi dan rekonstruksi terdapat agen negara atau pemerintah dan agen masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana peran negara dalam pelayanan sosial bidang perumahan pada korban erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini sebanyak 16 orang yakni lima orang dari pihak pemerintah dan sebelas orang warga. Observasi dilakukan di Desa Kepuharjo terutama wilayah lokasi hunian sementara dan lokasi hunian tetap. Wawancara dilakukan secara terbuka dengan teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive, sedangkan studi pustaka digunakan untuk mencari informasi mengenai kemajuan pelaksanaan huntap serta untuk menacri perbandingan kebijakan dengan negara lain. Kesimpulan dari penelitian yang penulis lakukan adalah peran negara dalam pelayanan sosial bidang perumahan terwujud ke dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bidang perumahan. Peran negara tersebut sudah dibalut dengan pendekatan pemberdayaan yang mendukung adanya praktik-praktik dan interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut menjadikan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Desa Kepuharjo dapat berjalan lancar karena sistem yang ada mendukung adanya kapasitas semua aktor termasuk masyarakat. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek terkait pemberdayaan yang belum dilaksanakan terutama dalam pelaksanaan pembangunan huntap. Kata kunci: pelayanan sosial, perumahan pascabencana, hubungan negaramasyarakat
Kata Kunci : Pemukiman