Laporkan Masalah

Faktor Pendorong Dan Penghambat Yang mempengaruhi Efektivitas Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Yang Diberikan Oleh Sekolah (Studi Kasus di SMA Kolese De Britto)

WULANDARI, Sri, Samodra Wibawa

2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Pada saat ini banyak remaja yang melakukan penyimpangan terutama dalam perilaku seksualnya, seperti: pemerkosaan, aborsi, penyebaran penyakit menular seksual, dll. Dengan demikian untuk mengatasi penyimpangan perilaku seksual, para remaja ini perlu untuk mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja. Sehingga kesehatan reproduksi remaja menjadi salah satu isu pendidikan. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja tidak ada hubungannya dengan teknik-teknik hubungan seks, namun merupakan sekumpulan pengetahuan yang berisi tentang pengenalan dan fungsi-fungsi organ reproduksi dan risikorisiko hubungan seks yang tidak bertanggung jawab. Untuk itulah kemudian sekolah mempunyai peran untuk memberikan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja kepada para siswa. Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat yang mempengaruhi efektivitas Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Kolese De Britto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dan deskripsikan sesuai dengan yang ditemukan saat penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMA Kolese De Britto sudah mampu berperan untuk memberikan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja kepada para siswa. Faktor pendorong yang mempengaruhi efektivitas Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja adalah peran guru, komunikasi, kerja sama, dan antusiasme siswa. Sedangkan faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja adalah tingkat pemahaman masingmasing siswa yang tidak sama, banyak orang tua siswa yang tidak memberikan Pendidikan Seksualitas kepada anaknya, dan masih ada orang tua siswa yang menganggap tabu untuk membicarakan masalah seksualitas. Agar Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja ini dapat lebih efektif maka saran dari peneliti adalah Pemerintah harus segera membuat Kurikulum Nasional Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja. Kata kunci: Efektivitas, Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja, Faktor Pendorong, Faktor Penghambat

Kata Kunci : Pendidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.