Studi Keterkaitan Antar Ekspektasi Wisatawan dan Model Pengembangan Kawasan Karst Kabupaten Wonogiri Sebagai Destinasi Wisata
ARISETIAWATI, Dwi, Bambang Sunaryo
2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Sampai saat ini pariwisata masih mempunyai peluang yang besar sebagai sumber pendapatan bagi daerah maupun nasional. Hal ini diikuti dengan adanya pengembangan kawasan wisata yang sedang marak dilakukan oleh berbagai daerah. Kini pengembangan kawasan wisata dilakukan dengan memperhatikan adanya kesesuaian antara komponen-komponen wisata. Ketersediaan dan kesesuaian komponen-komponen wisata akan berpengaruh terhadap pengembangan kawasan wisata. Salah satu daerah di Kabupaten Wonogiri yang akan dikembangkan pariwisatanya adalah kawasan karst yang terletak di Desa Gebangharjo, Pracimantoro. Kondisi alam yang berupa bentangan karts dan goa-goa menjadi potensi utama. Kawasan karst tersebut akan berprospek apabila didukung dengan ketersediaan komponen-komponen wisata. Ketersediaan komponen wisata suatu daerah juga harus disesuaikan dengan ekspektasi wisatawan akan kebutuhan mereka saat yang berkunjung ke kawasan wisata. Mengacu pada hal tersebut maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana ekspektasi dan penilaian wisatawan terhadap Kawasan Wisata Karst di Kabupaten Wonogiri?” Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif . Dari hasil analisis yang dilakukan dapat dilihat ekspektasi tertinggi wisatawan dari indicator masing-masing variabel adalah tata ruang museum sebesar 31,3%, goa sebesar 35,5%, tempat ibadah sebesar 28,3%, kondisi jalan yang baik sebesar 35,7%, keterampilan petugas dalam memberikan informasi objek wisata sebesar 34% dan partisipasi masyarakat sebesar 35,7%. Sementara itu penilaian wisatawan terkait indikator yang mempunyai nilai ekspektasi adalah sebagai berikut: tata ruang 55% wisatawan menilai baik, goa 55% wisatawan menilai baik, tempat ibadah 58% wisatawan menilai baik, kondisi jalan 48% wisatawan menilai cukup, keterampilan petugas 50% menilai baik dan partisipasi masyarakat 58% wisatawan menilai kurang. Sementara itu terdapat beberapa indikator yang memperoleh penilaian kurang dan sangat kurang dari wisatawan. Untuk fasilitas wisatawan masih menilai kurang pada tersedianya warung makan 43%, ketersedian gazebo 48%, ketersediaan toko souvenir 58%, kesediaan tempat sampah 48% sementara itu ketersediaan penginapan dinilai sangat kurang sebesar 45%. Pada aksesibilitas mendapat nilai kurang pada ketersediaan petunjuk jalan 44% dan ketersediaan angkutan umum sebesar 51%. Sementara itu pada masyarakat dinilai kurang pada keramahannya sebesar 44%. Berdasarkan pada analisis tersebut maka rekomendasi yang dihasilkan adalah: penambahan fasilitas seperti penginapan, warung makan, gazebo, toko souvenir, serta tempat sampah. Sementara itu untuk aksesibilitas perlu perbaikan pada kondisi jalan serta penambahan papan petunjun serta angkutan umum yang menuju ke kawasan karst. Selain itu juga diadakan pembinaan dan pelatihan pada masyarakat sekitar kawasan wisata karst. Kata kunci: ekspektasi wisatawan, komponen wisata, pengembangan wisata
Kata Kunci : Pariwisata