Strategi Pengembangan Desa Wisata Berjo Sebagai Daya Tarik Wisata
PRAMESWARI, Maya Titis, I Made Krisnajaya
2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Penyelenggaraan pariwisata kini tidak hanya terpusat pada lingkup nasional, akan tetapi setiap daerah sudah memulai upaya sadar akan wisata. Berdasarkan Undang-Undang No.10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan disebutkan bahwa pembangunan kepariwisataan diperlukan untuk mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Desa wisata merupakan sebuah daya tarik wisata yang memberikan warna baru bagi ragam produk wisata yang sedang berkembang. Minimnya jumlah desa wisata di Karanganyar menjadikan upaya pengembangan dibutuhkan untuk memperkaya ragam daya tarik wisata alam yang ada. Upaya ini didukung dengan permintaan pasar wisatawan yang sekarang ini menginginkan inovasi yang baru dan belum ditemukan di daerah lain. Inovasi maupun keunikan dalam kepariwisataan merupakan faktor pendukung wisata yang menjadikan ukuran besar kecilnya daya tarik minat wisatawan untuk mengunjungi suatu destinasi wisata. Desa Wisata Berjo adalah salah satu desa yang memiliki daya tarik wisata alam yang menarik dan potensial dari segi PAD sektor pariwisata dan sistem pengelolaan yang profesional oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Upaya pengembangan Desa Wisata Berjo sejauh ini mengalami banyak kendala dalam pelaksanaannya, khususnya dalam sumberdaya anggaran. Berangkat dari kondisi lingkungan alam yang potensial serta lingkungan sosial yang mendukung maka penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan yang tepat bagi Desa Wisata Berjo khususnya dalam upaya pengembangannya sebagai daya tarik wisata di Kabupaten Karanganyar. Perumusan strategi diawali dengan identifikasi lingkungan internal dan eksternal. Kemudian data yang diperoleh dari proses identifikasi dianalisis dengan analisis SWOT. Selanjutnya untuk mengetahui tingkat kestrategisan isu yang sudah didapatkan maka isu isu yang dihasilkan dari analisis SWOT diuji dengan menggunakan tes Litmus. Isu yang strategis akan menjadi poin strategi untuk upaya pengembangan Desa Wisata Berjo sebagai daya tarik wisata. Strategi pengembangan daya tarik wisata yang dihasilkan antara lain adalah : (1) Kerjasama dengan paguyuban untuk mencari investor, (2) penyuluhan sadarwisata kepada masyarakat, (3) penambahan sarana promosi (4) pengoptimalan kinerja BUMDes. Keempat strategi tersebut merupakan jawaban penelitian agar dapat digunakan untuk memberikan pedoman pengembangan bagi BUMDes untuk upaya pengembangan yang selama ini hanya terbatas dengan anggaran. Upaya evaluasi dengan jangka waktu tertentu diperlukan sebagai bentuk sustainibilitas dari strategi yang telah dihasilkan. Kata Kunci : Strategi Pengembangan, Desa Wisata , Daya Tarik
Kata Kunci : Pariwisata