Laporkan Masalah

Studi Deskriptif Motif dan Kepuasan Generasi C Terhadap Penggunaan Media

SUSANTO, Rosinsko Hiro, Pulung Setiosuci Perbawani

2012 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Data dari penelitian ini dikumpulkan dari penyebaran kuesioner di Jakarta Raya, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Depok dan Bekasi. 400 responden yang mengisi kuesioner ini sebagian besar berdomisili di Jakarta dan berusia 17 tahun. Berdasarkan hasil dari analisis yang telah dilakukan dari kuesioner yang telah disebar di Jakarta Raya kepada 400 orang responden. Dapat disimpulkan bahwa remaja usia 17-22 tahun yang berada di Jakarta merupakan bagian dari kohor generasi C. Akan tetapi hasil dari tabulasi silang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dan kota domisili dengan penggunaan media atas motivasi. Begitu juga dengan kepuasan penggunaan media atas motivasi tidak memiliki hubungan dengan usia dan kota domisili. Kedekatan karakteristik generasi muda yang menjadi responden dalam penelitian ini dengan karakteristik generasi C secara umum ditunjukkan dari karakteristik motivasi yang mereka miliki. Motivasi tertinggi yang dimiliki generasi ini adalah keinginan untuk memperoleh hiburan dan pelarian. Selain itu motivasi kognitif mereka juga sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa generasi C yang ada di Jakarta ini haus akan informasi dan menyukai hal-hal baru. Mereka tidak suka dengan rutinitas dan dinamis, hal ini disimpulkan dari tingginya motivasi pelarian mereka. Sekalipun angka kepuasan untuk penggunaan media atas motivasi pelarian dan kognitif sudah cukup tinggi. Perbandingan motif dan kepuasan penggunaan media oleh generasi C menunjukkan, bahwa mereka masih berharap lebih pada media yang ada sekarang untuk lebih dapat memuaskan keinginan pelarian dan pengetahuan mereka. Untuk memuaskan motivasi mereka atas pengetahuan baru, generasi C menganggap televisi dan situs pencari adalah media yang mampu memberikan kepuasan yang unik atas motivasi pengetahuan mereka. Berikut masing-masing deskripsi dari motivasi dan kepuasan generasi C terhadap penggunaan media. 1) Untuk motivasi kognitif generasi C angka mean tertinggi untuk penggunaan dan kepuasan penggunaan media atas motivasi kognitif ditempati oleh situs pencari. 2) Sementara untuk motivasi afektif generasi C akan mengakses film dengan. Untuk media yang mampu memuaskan motivasi afektif film juga berada dalam kelompok tinggi. 3) Untuk meningkatkan kepercayaan diri generasi C akan mengakses jejaring sosial. Generasi C juga menganggap jejaring sosial mampu memberi kepuasan atas motivasi afektif. 4) Film memiliki nilai mean yang masuk dalam kelompok sangat tinggi sebagai media yang digunakan atas motivasi pelarian. Film juga dianggap mampu motivasi pelarian dan masuk dalam kelompok sangat tinggi. 5) Pada penggunaan media atas motivasi integratif sosial jejaring sosial dan media sosial berada dalam kelompok sangat tinggi. Untuk kepuasan penggunaan media atas motivasi integratif sosial, pada kelompok nilai mean sangat tinggi adalah jejaring sosial dan pada kelompok tinggi adalah media sosial. Bila kita membandingkan satu persatu nilai motivasi dan nilai kepuasan dari penggunaan media generasi C dapat dilihat bahwa dari seluruh perbandingan nilai mean pada lima indikator motivasi dan kepuasan, dapat disimpulkan bahwa secara umum generasi C, cukup puas dengan keberadaan media-media saat ini baik tradisional maupun modern. Kesepuluh jenis media yang ada dalam pertanyaan sudah mampu memuaskan kelima motivasi generasi C dalam mengakses media. Mengakses media dilihat cukup mampu menyajikan hal-hal yang pada akhirnya dapat membentuk rasa percaya diri generasi C. Akses terhadap media juga menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan motivasi afektif generasi C. Akan tetapi, untuk motivasi kognitif, pelarian dan integratif sosial, sekalipun generasi C merasa cukup puas, namun mereka masih mengharapkan media mampu memberikan sesuatu yang lebih. Berdasarkan hasil olah data, analisis data dan kesimpulan sebelumnya maka; H1. Kota domisili mempengaruhi penggunaan media generasi C, tidak terbukti. Tabulasi silang tidak menunjukkan adanya pengaruh antara kota domisili dengan motivasi yang dimiliki, motivasi penggunaan media dan juga kepuasan atas motivasi dan penggunaan media. H2. Usia mempengaruhi penggunaan media generasi C, juga dinyatakan tidak terbukti. Sementara H3. Generasi C hanya menggunakan media baru sebagai alat pemuas motivasi, juga dinyatakan tidak terbukti. Film layar lebar (bioskop) yang termasuk media tradisional masih digunakan oleh generasi C sebagai alat rekreasi.

Kata Kunci : Media


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.