Sektor Informal Dan Kredit Ekonomi Mikro Berbasis Modal Sosial (Studi tentang pedagang kecil dan lembaga keuangan informal di Pasar Senen, Kemetiran, Kecamatan Ngampilan, Yogyakarta)
CHRISTANTO, Renatyas Fajar, Tri Winarni Soenarto Putri
2012 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Pedagang merupakan salah satu pelaku pekerja sektor informal. Sektor ini tidak memiliki kepastian dalam penghasilan. Kondisi ini dirasakan sebagai sebuah masalah yang mendominasi kehidupan pedagang. Dengan jumlah penghasilan yang tidak pasti tersebut, pedagang kemudian mengandalkan kredit yang berasal dari lembaga keuangan. Namun lembaga keuangan yang lebih banyak diminati oleh pedagang adalah renternir karena kemudahannya. Perilaku pinjam meminjam (kredit) yang dilakukan oleh pedagang yang memprihatinkan adalah jumlah kredit yang dapat dimiliki oleh pedagang kepada lebih dari satu orang renternir. Perilaku ini seperti tidak memperdulikan beban bunga yang tinggi dari kredit renternir. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengungkap bagaimana dinamika modal sosial dalam kredit di balik perilaku pedagang yang terlibat kredit, khususnya kredit yang berasal dari renternir. Jenis penelitian untuk menemukan jawaban atas permasalahan tersebut adalah penelitian kualitatif. Teori yang dipergunakan oleh peneliti adalah Teori Modal Sosial dimana kepercayaan, jaringan dan norma menjadi tuga unsur penting dalam membangun modal sosial. Adanya modal sosial yang tinggi tersebut berdampak pada perilaku pinjam meminjam (kredit) dari pedagang kepada lembaga keuangan informal (renternir). Lokasi penelitian adalah di Pasar Senen, Kecamatan Ngampilan, Yogyakarta. Pengambilan informan penelitian ini dilakukan dengan snowball sampling. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang yang terdiri dari 1 orang petugas pasar, 6 orang pedagang kecil, dan 3 orang renternir.Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara mendalam, dan juga dilakukan studi pustaka. Tekanan terhadap kebutuhan baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan tak terduga (mendesak) membuat pilihan terhadap kredit khususnya kepada renternir menjadi pilihan rasional. Tingginya modal sosial yang telah lama terjalin antara pedagang dan renternir mengakibatkan perilaku kredit kepada lebih dari seorang renternir tak membawa beban bagi pedagang kecil. Jaringan dan norma yang telah lama ada diantara keduanya membawa kemudahan bagi renternir berada sebagai lembaga keuangan informal di pasar-pasar tradisional. Rasa ketergantungan yang tinggi satu sama lain di masing-masing aktor menjadikan renternir sebagai lembaga keuangan informal sulit untuk diberantas. Namun keinginan yang besar dari pemerintah daerah untuk memberantas renternir kuat karena mulai disosialisasikannya perda mengenai pelarangan adanya renternir di pasar-pasar tradisional. Sosialisasi ini sebagai tindak lanjut agar rasa ketergantungan pedagang kepada renternir semakin berkurang, sehingga memicu pertumbuhan ekonomi yang positif bagi pedagang tradisional. Bentuk sosialisasi ini dengan pengawasan secara langsung di lapangan oleh pihak pemerintah di lokasi pasar. Tentu saja sosialisasi ini dibarengi peningkatan kesadaran menabung oleh pedagang agar tercipta kemandirian ekonomi. Kata kunci : sektor informal, modal sosial, , kredit, pedagang, renternir
Kata Kunci : Modal Sosial