Resepsi Mahasiswa di Yogyakarta Terhadap Bahasa Jawa Dialek Ngapak Pada Rekaman Program “Curanmor” Yes Radio.
NOVIANTO, Prastowo, Muhammad Sulhan
2012 | Skripsi | Ilmu Komunikasi“Curanmor” merupakan akronim dari “Curahan Perasaan dan Humor”, sebuah program humor dari Yes Radio yang dibawakan menggunakan bahasa Jawa dialek ngapak. Menjadi suatu kejawaran jika suatu program media memperoleh pemaknaan dari lingkungan budaya di sekitarnya. Program ini cukup populer dan diminati masyarakat Cilacap, selain itu, rekaman program tersebut juga menyebar sampai kota-kota lain, termasuk Yogyakarta, melalui jaringan internet maupun share Hp. Program Curanmor beredar di wilayah Yogyakarta dalam bentuk rekaman Mp3. Khalayak media memiliki sifat yang aktif dalam menafsirkan setiap pesan yang ada di media, sehingga tidak heran jika menyebabkan perbedaan-perbedaan dalam menerima dan meresepsi sebuah teks media tersebut, dalam hal ini termasuk khalayak dari Yogyakarta yang notabene memiliki perbedaan subkultur, dimana secara jelas dibedakan dari logat bahasanya. Pengalaman kultural yang berbeda dari setiap khalayak tentu memiki pengaruh terhadap penerimaan pesan media pada dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan pesan mahasiswa yang berasal dari Yogyakarta terhadap bahasa Jawa dialek ngapak yang terdapat pada rekaman program Curanmor. Hasil penelitian ini, penerimaan informan berbeda-beda, dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu budaya berbahasa, latar belakang keluarga, pemahaman terhadap bahasa Jawa dialek ngapak, pergaulan dengan sesama penutur bahasa Jawa dialek ngapak, serta faktor umur yang turut mempengaruhi pengalaman historis terhadap dialek tersebut. Setidaknya ada beberapa pendangan tentang dialek ngapak dalam rekaman program Curanmor, antara lain lucu, aneh, pinggiran, ndesa, unik, rendah, susah dimengerti. Kata kunci : Curanmor, ngapak, analisis resepsi, media.
Kata Kunci : radio