Laporkan Masalah

Peran Modal Sosial Dalam Perkembangan Koperasi Wanita (Studi Pada Koperasi Wanita Setara Jl. Klaten- Jatinom km.1, Hargomulyo, Gergunung, Klaten Utara, Jawa Tengah)

CHALISAH, Muflikah Nurul, Agnes Surnatiningsih

2012 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Koperasi adalah sebuah lembaga perekonomian yang didalamnya terdapat kumpulan manusia yang berusaha bersama-sama untuk mencapai tujuan yang sama yaitu kesejahteraan. Salah satunya adalah koperasi wanita yang eksis dalam upaya kesejahteraan anggota dan pemberdayaan masyarakat dapat dilihat pada koperasi wanita “Setara” di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Koperasi ini menjalankan usahanya dalam bidang unit simpan pinjam, perdagangan dan pemberdayaan anggota (perempuan). Dalam koperasi ini terdapat peran modal sosial dalam perkembangannya dari masa ke masa yang selalu mengalami perubahan, tergantung permasalahan yang sedang dihadapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran modal sosial dalam perkembangan koperasi wanita “Setara” dari masa ke masa setelah berbadan hukum. Tinjauan pustaka dalam penelitian ini menggunakan konsep modal sosial Francis Fukuyama, Bourdieu, Coleman dan Putnam yang fokus pada konsep modal sosial sebagai seperangkat sumberdaya yang dapat memberikan manfaat penting pada proses hubungan sosial antar individu, kelompok atau lembaga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk memberikan pemahaman dan gambaran secara lebih luas dan mendalam mengenai obyek kajian yang akan diteliti. Lokasi penelitian di kantor koperasi wanita “Setara” dengan unit analisis 7 orang terdiri dari 3 pengurus, 3 anggota, dan 1 mitra pemerintah. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Permasalahan yang dikaji yaitu mengenai peran modal sosial dalam perkembangan koperasi wanita “Setara” yang berperan membantu mengatasi permasalahan di koperasi dalam setiap periode. Hasil penelitian menunjukkan adanya peran modal sosial dalam perkembangan koperasi wanita “Setara” setelah berbadan hukum terbagi dalam tiga periode, yaitu periode awal (1998-1999) dimana hubungan kepercayaan berjalan dengan baik karena untuk bergabung dengan koperasi cukup mudah persyaratannya. Jaringan dan kerjasama permodalan pada periode ini berasal dari bank dengan menggunakan rekening pengurus. Tanggungjawab anggota dalam membayar angsuran pinjaman masih lemah, karena keanggotaan secara individu dan belum stabilnya kepengurusan. Periode transisi (2000-2008), kepercayaan anggota dan pengurus mengalami penurunan karena adanya sistem tanggung renteng yang dianggap “ribet” oleh anggota. Jaringan dengan bank mulai dibatasi karena bunga pinjaman terlalu besar, dan menggunakan rekening pengurus terlalu berisiko. Jaringan kerjasama semakin meluas, dengan mitra LSM dan juga pemerintah. Tanggungjawab anggota masih kurang, karena sistem tanggung renteng yang masih baru. Namun tanggungjawab pengurus terlihat lebih baik dalam memberikan pengarahan sistem tanggung renteng. Periode profesionalisme (2009- sekarang), secara umum modal sosial yang digunakan oleh anggota dan pengurus koperasi sudah mengalami perkembangan yang lebih baik, karena pengalaman koperasi pada periode sebelumnya selalu dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran agar lebih baik. Modal sosial dalam koperasi wanita memiliki nilai yang tidak kalah penting disamping modal finansial dan dapat mengembangkan usaha yang ada di koperasi. Dengan modal sosial yang kuat, koperasi dapat memberdayakan anggota dan menggandeng mitra untuk menghimpun permodalan secara ekonomi demi kepentingan usaha bersama dan pencapaian tujuan koperasi dalam mensejahterakan anggota. Modal sosial dapat membantu koperasi untuk lebih berkembang dari aspek jaringan, interaksi,dan kerjasama. Perkembangan koperasi dalam setiap periode menunjukkan adanya peran modal sosial yang sangat berpengaruh terhadap setiap permasalahan di koperasi. Kata Kunci : Pemberdayaan, Modal Sosial, Perkembangan Koperasi

Kata Kunci : Modal Sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.