Benturan Paradigmatik Keistimewaan Gubernur DIY (Studi Diskursus Tarik-Menarik Pengisian Jabatan Gubernur DIY dalam Proses Perumusan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta)
RAMADHANI, Dimas Caraka, Abdul Gaffar Karim
2012 | Skripsi | SosiologiPenelitian yang berjudul Benturan Paradigmatik Keistimewaan Gubernur DIY, menunjukan bahwa kerumitan proses perumusan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersumber benturan pada tataran paradigmatik. Akibat dari tidak terpetakannya benturan paradigmatik selama ini, telah mengkondisikan terjadinya kerancuan dan alotnya tarik-menarik kepentingan. Kondisi tersebut telah terjadi pada perdebatan tarik-menarik pengisian jabatan Gubernur DIY yang tidak kunjung tuntas, sebagai pengerucutan dari proses perumusan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Telaah yang dibatasi pada perumusan Rancangan Undang-undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, memperlihatkan terjadinya kerumitan paradigmatik. Kerumitan ini ditemukan melalui penelaahan terhadap proses diskursif yang terpolarisasi. Masing-masing pewacanaan (diskursus) saling mengalami kristalisasi argumen. Hal ini dilakukan guna menunjukan bahwa landasan argumentasi dari masing-masing pewacanaan telah kontekstual dengan praktik berpemerintahan di Propinsi DIY dan Republik Indonesia. Oleh karena itu, polarsiasi wacana secara terang telah berkontribusi terhadap perdebatan tarik-menarik pengisian jabatan Gubernur DIY yang tidak kunjung tuntas. Benturan paradigmatik terlihat ketika masing-masing kubu atau alur perwacanaan mengadopsi asumsi, worldview, dan nilai yang saling merujuk. Saling-kaitnya asumsi, worldview, dan nilai, telah menunjukan bahwa argumentasi yang dibangun oleh masing-masing alur pewacanaan memiliki konstruksi yang kokoh. Sehingga, konsistensi pewacanaan dalam tarik-menarikpengisian jabatan Gubernur DIY, telah menyumbang kerumitan pada proses perumusan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kata Kunci: RUUK DIY, Pengisian Jabatan Gubernur DIY, Pewacanaan, dan Benturan Paradigmatik.
Kata Kunci : Keistimewaan Yogyakarta