Laporkan Masalah

Linkage of Party : Keterikatan Sebuah Partai dengan Konstituennya Studi Tentang Linkage Partai Golkar dengan Konstituennya di Era Reformasi (Tahun 1998-200

NOVARIEZ, Riezky Candra, Ratnawati

2012 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Tulisan ini mencoba untuk memaparkan kajian tentang linkage dari sebuah partai politik. Dimana linkage tersebut mengacu pada sebuah hubungan atau ikatan emosional yang terjalin antara sebuah partai politik dengan konstituennya. Berawal dari pemikiran tersebut, penulis mencoba mengambil salah satu partai di Indonesia untuk menjelaskan kondisi linkage tersebut. Adapun partai politik yang diambil adalah Partai Golkar, partai ini penulis pilih karena Golkar adalah salah satu partai politik yang melewati dua era yang berbeda. Kondisi perjalanan panjang Partai Golkar inilah yang kemudian membuat dinamika linkage-nya lebih banyak dan berwarna. Sempat dilanda krisis kepercayaan oleh masyarakat karena dituding sebagai salah satu aktor yang menyebabkan Indonesia mengalami krisis di berbagai lini termasuk ekonomi, hukum, sosial-politik dan budaya, Partai Golkar yang sempat limbung berhasil keluar dari krisis tersebut dan melanjutkan kiprahnya sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia. Keberhasilan Partai Golkar untuk tetap bertahan di kancah perpolitikan di Indonesia sebagai sebuah partai politik, tak pelak karena keberhasilan strategi yang coba diterapkan oleh Partai Golkar. Strategi yang diterapkan ini terkait dengan usaha untuk membangun linkage yang baik antara partai dengan konstituennya. Penulisan ini dipaparkan dengan menggunakan tipe penilitian deskriptif-eksploratif. Tipe ini dianggap paling sesuai karena disini penulis mencoba menggunakan tujuan metodologis, yakni mencoba melukiskan (deskriptif) dan menjelajahi (eksploratif ) linkage-linkage yang terjadi antara Partai Golkar dengan konstituennya di era reformasi dengan rentan waktu antara tahun 1999-2004. Kondisi era reformasi memang akhirnya memaksa Partai Golkar untuk melakukan perombakan di berbagai bidang. Pembenahan baik itu didalam tubuh Partai Golkar maupun hubungannya dengan masyarakat memang harus diperbaiki. Kondisi tersebut juga yang mendorong Partai Golkar untuk melakukan strategi linkage terhadap konstituennya. Hal itu bertujuan agar konstituen Partai Golkar sebelumnya tidak berpindah ke partai lain serta masyarakat pada umumnya yang belum mempunyai pilihan untuk dijadikan konstituen Partai Golkar. Strategi yang coba dilakukan oleh Partai Golkar adalah dengan menerapkan direct linkage dan organizasional linkage. Direct linkage dilakukan oleh elite partai dengan muncul di media massa serta terjun langsung di masyarakat untuk mencari simpati. Pencitraan partai juga dilakukan melalui penokohan baik di level nasional hingga ranah lokal. Tak hanya itu, Partai Golkar juga mencoba menerapkan strategi pembentukan organisasi sayap partai sebagai vote getter dan pencetak kader. Sedangkan di dalam tubuh Partai Golkar sendiri mulai dilakukan musda dan konsolidasi partai untuk menyelaraskan paradigm baru Golkar pasca Munaslub 1998 serta pendataan dan monitoring anggota, hal yang sebelumnya tidak dilakukan di orde baru. Kata Kunci: Partai Golkar, Linkage, Masa orde Baru, Era Reformasi

Kata Kunci : Partai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.