Laporkan Masalah

Partisipasi Paguyuban Pedagang Dalam Pembangunan Kios Di Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta

PRASTHANIKA, reza Pahlevi, Agus Heruanto Hadna

2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Ancaman terhadap eksistensi pasar-pasar tradisional akibat maraknya kehadiran pasar-pasar modern semakin nyata. Kondisi inilah yang kemudian menuntut pemerintah berperan dalam menciptakan iklim yang baik bagi pedagang pasar tradisional agar dapat turut andil dalam menyelamatkan eksistensi pasar tradisional. Semenjak diberlakukannya Peraturan Kota Yogyakarta tahun 2009 tentang pasar, komunitas pasar dan pedagang pasar diberikan wewenang untuk melakukan pembangunan atau pengadaan fasilitas pasar atas biaya sendiri. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian tingkat partisipasi pedagang pasar dalam pembangunan kios Zona Metro Beringharjo serta mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian dilakukan di Zona Metro Pasar Beringharjo kota Yogyakarta yang merupakan sebuah kajian kualitatif yaitu suatu kajian dengan memanfaatkan data-data yang ada, wawancara mendalam dengan informan kunci untuk mengumpulkan data dari pedagang pasar. Hasil kajian penelitian menunjukkan bahwa pembangunan kios Zona Metro praktiknya memang melibatkan pedagang pasar baik dalam tahap perencanaan sampai pelaksanaan. Hal tersebut disebabkan Dinas Pengelolaan Pasar DIY telah melimpahkan sebagian wewenangnya kepada pedagang pasar. Tingkat partisipasi pedagang pasar menurut tipologi Sherry Arnstein masuk dalam kategori pelimpahan kekuasaan (delegated power), yang merupakan tangga ke tujuh dalam delapan anak tangga yang ada. Dalam jurnalnya yang berjudul A Ladder of Citizen Participation (1969) Sherry Arnstein mendiskusikan delapan tipe partisipasi.

Kata Kunci : Pemberdayaan Pedagang Pasar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.