Laporkan Masalah

Analisis Komunikasi Interpersonal Langgeng Art Foundation Dalam Mengedukasi Pemahaman Mahasiswa Di Yogyakarta Terhadap Seni Rupa Kontemporer

ISMARTONO, Daru Kusumo, Widodo Agus Setianto

2012 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Memberikan informasi melalui sebuah bentuk komunikasi interpersonal sangat dipengaruhi oleh karakter komunikator dan komunikan. Dari segi komunikan sendiri, masih banyak faktor yang mempengaruhi jalinan komunikasi yang terjadi. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan dua sumber informan, baik dari pihak LAF maupun dari mahasiswa di Yogyakarta yang menjadi audiens.Pola komunikasi interpersonal yang dibangun LAF tidak berjalan secara instan. Proses untuk melakukan pendekatan kepada audiens sudah dimulai sejak awal. Format undangan yang bersifat personal menjadi awal untuk membangun kedekatan dengan audiens. Setelah audiens berkunjung, keaktifan pihak LAF untuk melakukan komunikasi menjadi kunci bagi keberhasilan penyampaian pesan yang bersifat edukatif dalam dunia seni rupa kontemporer ke audiens. LAF menggunakan berbagai kanal informasi untuk menjaring audiens. Ketika satu saluran tidak berjalan secara efektif, maka audiens mendapat informasi dari saluran yang lain. Hal inilah yang disukai dari audiens yang menjadi informan dalam penelitian ini. Metode jemput bola dengan langsung menyodorkan informasi tanpa audiens perlu repot-repot untuk mencari juga menjadi salah satu nilai lebih LAF daripada ruang seni lain yang ada di Yogyakarta. Pameran PAUSE; yang menjadi objek penelitian ini juga membuktikan bahwa pihak LAF berusaha untuk selalu menyampaikan pesan dengan komunikasi interpersonal. Berbagai program seperti curators talk, workshop, dan diskusi menjadi ujung tombak dalam mengedukasi audiens. Tanggapan audiens sendiri sangat beragam walaupun mengerucut ke tanggapan yang berbau positif. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa hanya pihak LAF yang menggunakan pendekatan personal untuk menjaring audiens dan juga memberikan pemahaman tentang seni rupa kontemporer kepada audiens. Pendekatan personal yang dilakukan LAF mempunyai berbagai tujuan. Untuk menjaga komunikasi dan mengakrabkan diri, lebih membumi, dan juga untuk menjaga tanggung jawab sebagai sebuah yayasan, yaitu membagi informasi kepada khalayak luas. Melakukan penyampaian pesan dengan pendekatan personal lebih efektif daripada menggunakan media tertulis. Pihak audiens yang menjadi informan dalam penelitian ini juga mempunyai pandangan serupa. Pemahaman mahasiswa di Yogyakarta tentang dunia seni rupa kontemporer yang diwakili oleh sembilan infoman dalam penlitian ini bertambah setelah melakukan kunjungan ke LAF. Dalam memberikan jawaban terhadap definisi seni rupa kontemporer, jawaban mereka sangat beragam. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang informan, pola kebiasaan mengakses media dan informasi tentang seni rupa kontemporer, serta motivasi yang mendorong informan tersebut untuk lebih mengetahui tentang dunia seni rupa kontemporer. Berbagai bentuk komunikasi interpersonal yang dilakukan LAF dalam mengedukasi pemahaman audiens mempunyai cakupan yang cukup jauh. Hal ini dapat terjadi karena cara LAF dalam menarik audiens untuk berkunjung ke program yang berbau seni rupa kontemporer dilakukan dengan menggunakan program yang notabene tidak berbau seni rupa kontemporer sama sekali. LAF menggunakan acaraacara musik dan pameran fotografi untuk menjaring audiens secara massif. Penjadwalan program yang variatif membuat audiens mempunyai waktu untuk mulai memahami dunia seni rupa kontemporer. Edukasi pemahaman seni rupa kontemporer yang dilakukan LAF mempunyai efektivitas yang tinggi melihat animo audiens yang dating, terlebih lagi mahasiswa, walaupun begitu, tidak semua audiens yang mengunjungi program LAF dapat ditarik masuk ke dalam pameran PAUSE; yang menjadi objek penelitian ini karena dunia seni dipengaruhi oleh minat dan hasrat audiens untuk lebih mendalaminya. Dapat dikatakan bahwa gaung dari program LAF dapat tersebar secara massif, namun tidak semua dari audiens LAF yang benar-benar masuk ke dalam dunia seni rupa kontemporer melalui program-program yang ditawarkan LAF yang berkenaan dengan seni rupa kontemporer, seperti pameran PAUSE; AUTOMATIC DRAWING. Ketika dikomparasi dengan ruang seni yang lain yang ada di wilayah Yogyakarta, semua informan meyakini bahwa metode pendekatan personal yang dilakukan oleh pihak LAF merupakan satu-satunya dan juga efektif dalam menyampaikan pesan.

Kata Kunci : Komunikasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.