Laporkan Masalah

Implementasi Kebijakan Pendidikan Inklusif di SDKE Mangunan Yogyakarta

SHOLIHIN, Dody Rahmat, Erwan Agus Purwanto

2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Penelitian ini mengkaji fenomena perkembangan sekolah inklusif di Indonesia. Sekolah inklusif adalah sekolah yang menerapkan pendidikan inklusif yang mana memiliki karakteristik dapat mengakomodasi semua anak tanpa melihat multidimensi perbedaannya serta sistem sekolah dapat secara dinamis memenuhi kebutuhan semua siswanya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa sejauh mana sekolah mengimplementasikan kebijakan pendidikan inklusif. Penelitian ini mengambil lokasi di SDKE Mangunan di Dusun Mangunan, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan bagaimana implementasi kebijakan pendidikan inklusif di SDKE Mangunan dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan beberapa aspek dalam implementasi kebijakan pendidikan inklusif di SDKE Mangunan yang dinilai sudah inklusif dan layak untuk dipertahankan meliputi: rekruitmen siswa yang lebih beragam dibandingkan dengan standard inklusifitas versi kebijakan pemerintah mengenai pendidikan inklusif, adanya kurikulum inovatif, sarana prasarana sekolah yang cukup memadai, hubungan komunikasi dengan masyarakat yang baik. Dalam proses belajar-mengajar, juga telah diterapkan model pola Cara Belajar Siswa Aktif (CSBA), joyful learning dan child-centered learning sehingga guru di SDKE Mangunan lebih banyak berperan sebagai pendamping atau fasilitator dan siswa sebagai subyek pembelajar yang aktif. Sedangkan beberapa aspek yang menjadi kekurangan adalah tidak diberikannya pelajaran agama kepada siswa dan guru seluruhnya beragama Katholik. Disamping itu, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan pendidikan inklusif di SDKE Mangunan yaitu: adanya transfer pengetahuan sistemik tentang pendidikan inklusif, alokasi sumber dana yang memadai dan dukungan yang kuat dari pihak orang tua dan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan agar SDKE Mangunan menerima guru yang beragama non-katolik dan memberikan pelajaran agama yang sesuai dengan agama siswanya. Implikasi dari rekomendasi ini adalah SDKE Mangunan tidak akan berkonflik dengan pemerintah. Kata kunci: pendidikan inklusif, implementasi kebijakan, sistem sekolah, keberagaman, cara belajar siswa aktif

Kata Kunci : Pendidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.