Indutrialisasi Sepakbola Di Kota Yogyakarta (Studi Mengenai Dinamika Klub Sepakbola PSIM Yogyakarta Menuju Sebuah Industri Olahraga di Indonesia)
TASSO, Vivaldi Asturias, Hempri Suyatna
2012 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Sepakbola dapat dikatakan merupakan cabang olahraga yang paling fenomenal di seluruh penjuru dunia. Sepakbola dinilai memiliki power atau kekuatan yang cukup besar atau massive yang dapat mempengaruhi bidang kehidupan lainnya. Sepakbola dapat juga menjadi wadah sosial yang dapat menampung seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kalangan atas sampai kalangan akar rumput dapat berkumpul menjadi satu tanpa perbedaan di dalam olahraga sepakbola. Animo masyarakat yang tinggi untuk datang ke stadion dan menonton pertandingan sepakbola serta fanatisme suporter sepakbola yang sangat tinggi merupakan salah satu contoh potensi yang sangat besar dalam olahraga sepakbola di Indonesia. Potensi-potensi inilah yang sampai sekarang belum dimanfaatkan klub-klub sepakbola profesional di Indonesia sehingga klub-klub sepakbola tersebut belum dapat dikatakan sebagai sebuah industri olahrga. Sebuah industri yang ke depannya juga dapat memacu perekonomian rakyat di daerah. Dalam melihat perkembangan industrialisasi sepakbola di Kota Yogyakarta, penelitian ini menggunakan pendekatan konsep AGIL melalui teori struktural fungsional. Talcott Parsons mengemukakan, di dalam mencermati suatu proses perkembangan atau sistem yang berkembang di masyarakat, terdapat 4 (empat) konsep yang dapat dijadikan sebuah acuan yakni adaptasi, pencapaian tujuan, integritas, dan latensi. Unit analisis penelitian ini adalah klub PSIM Yogyakarta dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Proses pengambilan data dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan, wawancara mendalam (depth interview), dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive atau telah ditetapkan dengan tujuan tertentu, diantaranya adalah pengurus klub PSIM Yogyakarta, Pengurus Cabang PSSI Kota Yogyakarta, Suporter, Pelaku Industri Merchandise, dan Pengamat Sepakbola. Hasil dari analisis penelitian ini menunjukkan bahwa industrialisasi sepakbola di dalam klub PSIM Yogyakarta sudah mulai berkembang namun sampai sekarang belum mencapai target yang diharapkan. Situasi dan kondisi klub-klub di Indonesia memiliki perubahan-perubahan yang mengarah ke era industri olahraga profesional bila dibandingkan dengan beberapa tahun ke belakang yang cenderung masih bersifat amatir. Industrialisasi sepakbola dianalisa dapat menjadi bagian dari pembangunan ekonomi masyarakat di daerah (community development), namun prosesnya masih belum optimal di dalam pengaplikasiannya. Hal ini lebih disebabkan oleh beberapa aspek yang menjadi bagian dari olahraga sepakbola. Aspek-aspek tersebut mulai dari manajemen klub dan organisasi sepakbola yang profesional, infrastruktur klub yang memiliki standarisasi baik, industri merchandise yang dikelola oleh klub, para stakeholder yang terus berperan aktif, dan terakhir adalah suporter sepakbola yang tidak bersikap anarkis. Belum terciptanya sinergi atau kemitraan yang baik diantara aspek-aspek tersebut menjadi salah satu penyebab utama belum optimalnya peranan dari aspek-aspek yang juga sangat berpengaruh terhadap proses industrialisasi sepakbola di Indonesia ke depan. Keyword: Animo Masyarakat, Fanatisme Suporter, Industrialisasi sepakbola, dan Community Development.
Kata Kunci : Olah Raga