Kualitas Proses Pelaksanaan Program Jamkesmas di Desa Wirokerten, Banguntapan, Bantul, D.I Yogyakarta
ARITONANG, Nuary Chandra, Ambar Widaningrum
2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Program Jamkesmas didasari oleh UUD 1945 yakni pasal 28 H ayat 1 dan 34 ayat 3 tentang kesehatan. Tahun 2004 program Jamkesmas mulai dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya masih banyak terjadi masalah atau kasus yang menghambat kelancaran proses pelaksanaan Jamkesmas di Indonesia. Kacaunya pendataan peserta, adanya tindak korupsi dalam penggunaan anggaran Jamkesmas, birokrasi yang berbelit-belit, fasilitas yang minim, serta masalahmasalah lain seperti prosedur pelayanan kurang baik yang diberikan pada setiap pasien Jamkesmas. Penelitian ini dilakukan di Desa Wirokerten, Banguntapan, Bantul,DI Yoogyakarta. Keadaan ekonomi masyarakat desa ini masih tergolong rendah. Peneliti akan menganalisis bagaimana kualitas proses pelaksanaan Jamkesmas di desa ini. Kualitas proses pelaksanaan Jamkesmas terdiri dari formulasi program dan pelaksanaan program Jamkesmas. formulasi program yang terdiri dari alokasi peserta, ketersediaan anggaran, komitmen aparat, dan sarana prasarana. Pelaksanaan program yang terdiri dari prosedur administrasi, prosedur pelayanan RS/Puskesmas, pengawasan, dan aksesbilitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yakni berusaha menggambarkan situasi dan kejadian yang terjadi di dalam kualitas proses pelaksanaan jamkesmas di Desa Wirokerten. Pengumpulan data bersumber dari data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, serta kuesioner dan dokumen-dokumen terkait penelitian. Teknik analisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Peneliti akan mendeskripsikan segala peristiwa yang terjadi dalam proses pelaksanaan Jamkesmas di desa ini dengan cara reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan dari semuanya. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas proses pelaksanaan Jamkesmas di desa ini belum sepenuhnya lancar. Mekanisme sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada, tetapi masih adanya masalah dalam beberapa tahapan di dalam keseluruhan proses pelaksanaannya yang meliputi formulasi program, pelaksanaan program dan pencapaian kualitas proses pelaksanaan secara keseluruhan. Penilaian kriteria kemiskinan yang sulit dilakukan, data peserta yang tidak terupdate, distribusi kartu peserta pengganti, sosialisasi yang hanya bersifat umum, dan tidak adanya transportasi umum dalam membantu masyarakat menjangkau tempat pelayanan kesehatan. Pengawasan yang tidak maksimal juga mengakibatkan kendala tersebut sulit dipecahkan, sehingga proses pelaksanaan Jamkesmas tidak sepenuhnya berjalan lancar. Kata kunci : Program Jamkesmas, Kualitas Proses pelaksanaan Jamkesmas, Jaminan kesehatan masyarakat
Kata Kunci : Jaminan Kesehatan