Politisasi Olahraga “Studi Mengenai Motif Keterlibatan Para Aktor Terhadap Kompetisi Politik di Tubuh Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DIY”
HARDI, Imana, Miftah Adhi Ikhsanto
2012 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Selain sebagai situs dimana nilai-nilai yang ada di masyarakat diproduksi dan direproduksi, olahraga juga merupakan sebuah arena kompetisi politik. Kajian yang selama ini berkembang di Indonesia, hanya mampu mendeskripsikan olahraga sebagai sebuah arena sosial semata. Padahal lebih dari itu, dalam praktek pengelolaan olahraga di kesehariannya banyak ditemukan fenomena relasi-kuasa yang masih belum bisa dijelaskan secara komprehensif. Hal ini menyebabkan relasi–kuasa dan praktek-praktek politik yang kerap dijumpai, dipandang sebelah mata dan dibiarkan sebgitu saja. Dalam dunia olahraga, politik kemudian dimitoskan oleh para elit dan masyarakat olahraga sebagai suatu hal yang tabu. Karenanya kajian politik dan olahraga tidak pernah dikaji secara serius oleh para akademisi dan seolah-olah para elit yang berpengaruh dalam masyarakat olahraga pun tidak pernah memberikan peluang agar kajian yang serupa dilakukan. Untuk memahami relasi-kuasa yang ada dalam olahraga, penelitian ini kemudian menyoroti dinamika kompetisi politik yang terjadi. Sehingga skripsi ini diperuntukan demi menjawab pertanyaan mengenai Apa sajakah motif keterlibatan para aktor pemangku kepentingan terhadap kompetisi politik yang terjadi dalam tubuh organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dibawah kepemimpinan GBPH. Prabukusumo tahun 2008-2011. Dalam melakukan elaborasi teoritis yang kemudian dihadapkan dengan temuan di lapangan, didapati bahwa motif-motif keterlibatan individu dalam kompetisi politik yang terjadi dalam organisasi KONI DIY dipengaruhi oleh ragam basis kompetisi mereka. Motif kompetisi inidividu sangat dipengaruhi oleh suatu pertimbangan terhadap nilai-nilai internal dan eksternal yang dimiliki individu itu sendiri. Individu diasumsikan sebagai aktor rasional yang senantiasa memertimbangkan untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalisasikan kerugian. Basis kompetisi merupakan sebuah modal yang dimiliki oleh individu dalam suatu arena sosial. Tulisan ini memanfaatkan pendekatan teori modal ala Bordieau, yang terdiri dari modal simbolik, modal kultural, modal ekonomi dan modal sosial, untuk memahami basis kompetisi individu. Temuan dari tulisan ini menunjukan bahwa setidaknya ada tiga hal yang menjadi motif individu ketika memutuskan untuk terlibat dalam arena kompetisi politik di KONI DIY. Yang pertama, adalah karena adanya motif ekonomi. Kedua, adanya motif untuk melakukan pencitraan. Dan yang ketiga, adalah motif untuk memobilisasi massa dan meraih dukungan.
Kata Kunci : Olah Raga; Politik