Program Pembangunan Perumahan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Melalui Pengadaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Studi Implementasi Penghunian (Occupancy) Rusunawa di Dabag, Condong Catur, Kabupaten
UTAMI, Mustikawati Tyas, Ratminto
2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Kekurangan kebutuhan perumahan di perkotaan menjadi masalah yang urgent untuk ditanggulangi seiring dengan semakin meningkatnya kepadatan penduduk. Kabupaten Sleman merupakan salah satu daerah yang kekurangan rumah layak huni. Pembangunan Rusunawa kemudian menjadi salah satu solusi untuk mengatasinya, dimana salah satunya adalah Rusunawa Dabag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses implementasi pada tahap penghunian di Rusunawa Dabag beserta permasalahan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti mengumpulkan data primer melalui observasi dan wawancara maupun data sekunder melalui dokumentasi. Melalui penelitian ini, peneliti menemukan bahwa Rusunawa Dabag sangat popoler di mata masyarakat hingga pendaftarnya melebihi kapasitas hunian yang disediakan. Di dalam Rusunawa Dabag terdapat Paguyuban Rusun Rukun sebagai wadah aspirasi dan kegiatan penghuni Rusunawa Dabag. Berdasarkan data yang tercatat, peneliti menemukan bahwa 5% penghuni menyatakan tidak terdapat hubungan keluarga dengan penyewa yang terdaftar. Terdapat 9 orang yang berpenghasilan lebih dari 2,5 juta rupiah dan 2% penghuni menggunakan mobil pribadi. Terdapat 48% penghuni yang tidak sesuai dengan KK penyewa, 17% penghuni yang ikut menempati unit rumah di Rusunawa Dabag tidak masuk dalam Surat Pernyataan, dan 52 penghuni tidak mengumpulkan berkas. Apabila dijumlahkan, penghuni yang tidak tercatat secara sah/penghuni ilegal berjumlah 185 penghuni. Penyimpangan data di atas mengindikasikan adanya unit rumah yang disewakan kepada pihak lain, terjadi salah sasaran dilihat dari jumlah penghasilan dan kendaraan yang dimiliki oleh penghuni, serta adanya ketidaksesuaian berkas antara penghuni dengan Kartu Keluarga dan Surat Pernyataan. Selain itu, ruang usaha yang disediakan belum digunakan hingga saat ini, berbanding terbalik dengan permintaan hunian yang terus bertambah meskipun telah penuh. Faktor yang berpengaruh pada proses implementasi penghunian Rusunawa Dabag telah diasumsikan sejak awal yaitu komunikasi, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Namun di lapangan, selain ketiga faktor tersebut peneliti menemukan faktor lain yaitu aksesbilitas yang merupakan keterjangkauan masyarakat berpenghasilan rendah terhadap biaya hidup di Rusunawa Dabag dan faktor relasi instansi yang terkait dengan pemenuhan persyaratan pendaftaran Rusunawa Dabag. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah dalam proses implementasi penghunian Rusunawa Dabag masih menemui beberapa permasalahan. Pihak UPT Rusunawa Dabag telah mengupayakan beberapa hal untuk menyelesaikannya. Dimana permasalahan yang ada seharusnya digunakan sebagai bahan evaluasi sehingga pelaksanaan di masa mendatang dapat diperbaiki secara bertahap dan berkelanjutan. Keywords : Implementasi Rusunawa , Penghunian Rusunawa, Rusunawa Dabag,
Kata Kunci : Pemukiman