Cross Communication Untuk Bisnis Kuliner (Studi Deskriptif Pengembangan Aktivitas Komunikasi Pemasaran “FoodFezt Yogyakarta” Berbasis Integrasi Media Konvensional Dan Media
NUGROHO, Priambodo Adi, --
2011 | Skripsi | Ilmu KomunikasiKota Yogyakarta merupakan kota yang cukup potensial untuk didirikannya sebuah tempat usaha kuliner. Hal tersebut disebabkan karena Kota Yogyakarta memiliki komposisi masyarakat yang cukup unik. Masyarakat Kota Yogyakarta terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dimana masing-masing diantaranya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, termasuk dalam cita rasa makanan. Hal tersebut menimbulkan semakin banyaknya tempat-tempat usaha yang bermunculan dan mewarnai persaingan perebutan pasar konsumen di bidang usaha kuliner. Untuk dapat memenangkan persaingan tersebut, sebuah usaha kuliner harus mampu merumuskan strategi komunikasi pemasaran yang benar-benar mampu menarik perhatian dari target konsumennya. Jika tidak, bakal dipastikan usaha kuliner tersebut akan mengalami kerugian yang berakhir pada penutupan. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya tempat-tempat makan yang akhirnya mengalami penutupan. Sebuah strategi komunikasi pemasaran yang mampu mendasarkan pada perkembangan masyarakat sebagai target konsumen sangat diperlukan untuk dapat memenangkan kompetisi perebutan pasar kuliner di Yogyakarta. Walaupun terdapat beberapa usaha kuliner yang mengalami kebangkrutan dan akhimya tutup, beberapa usaha kuliner yang terdapat di kota Yogyakarta juga ada yang masih berjalan, dan bahkan ada yang semakin berkembang dan memiliki pelanggan yang cukup banyak dan setia, salah satunya adalah FoodFezt. FoodFezt merupakan satu usaha kuliner yang dapat dikatakan baru, dan saat ini telah dikenal oleh masyarakat kota Yogyakarta sebagai restoran yang cukup berhasil dan ramai akan pengunjung. FoodFezt sendiri adalah sebuah rumah makan berkonsep foodcourt yang berisi stall-stall yang menawarkan menu-menu makanan yang berbeda-beda dengan memiliki karakteristik tersendiri satu sama lain. Di dalam perjalanannya sebagai sebuah usaha kuliner, FoodFezt mampu berkembang dan menampilkan dirinya sebagai sebuah restoran dengan konsep foodcourt yang berbeda dengan restoran dengan konsep foodcourt lainnya, bahkan beberapa usaha kuliner menerapkan konsep dari FoodFezt kedalam bentuk pelayanan dari restoran tersebut. Di saat restoran-restoran banyak yang mengalami penutupan, FoodFezt malah semakin berkembang dan mempunyai prestasi sebagai Wirausaha Muda Mandiri di tahun 2010. Berdasarkan fenomena tersebut dapat dilihat bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh FoodFezt sebagai salah satu usaha kuliner yang tetap bertahan dan terus berkembang dapat dikatakan berhasil. Strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan FoodFezt untuk dapat bertahan dan bersaing memenangkan kompetisi pasar kuliner Yogyakarta adalah dengan cara mengembangkan aktivitas komunikasi pemasarannya berdasarkan pada perkembangan dan perubahan yang terdapat dalam masyarakat sebagai target konsumennya. FoodFezt dalam merumuskan aktivitas komunikasi pemasarannnya selalu menggunakan perilaku target konsumennya untuk menyusun pendekatan komunikasi pemasaran yang efektif. Target konsumen dari FoodFezt, dalam hal ini adalah mahasiswa, dianggap sebagai kelompok masyarakat yang dinamis dalam menanggapi perkembangan teknologi informasi. Mahasiswa dianggap sebagai kelompok masyarakat yang selalu update terhadap perkembangan teknologi informasi dan menerapkan fungsi-fungsi tersebut kedalam kehidupan sehari-harinya. Perkembangan dari mahasiswa tersebut semakin signifikan seiring dengan munculnya jenis-jenis media baru yang membawa perubahan berarti dalam perilaku bermedia target konsumen FoodFezt tersebut. Saat ini media-media baru yang membawa fungsi-fungsi kemudahan dalam melakukan interaksi komunikasi menjadi sesuatu hal yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan interaksi dari target konsumen FoodFezt tersebut. Oleh karena itu, untuk dapat merumuskan aktivitas komunikasi pemasaran yang efektif, maka FoodFezt menggunakan dasar perilaku komunikasi target konsumennya dengan memanfaatkan media-media yang dianggap dekat dengan target konsumennya tersebut. Setelah mengetahui jenis-jenis media yang dekat dengan target konsumennya tersebut, FoodFezt lalu merumuskan sebuah aktivitas komunikasi pemasaran yang berdasarkan pada pendekatan cross communication dan aspek interaktif yang melibatkan peran serta dari target konsumennya. Strategi yang dilakukan adalah mengkomunikasikan bahwa FoodFezt merupakan tempat makan yang jauh berbeda dengan tempat-tempat makan sejenis yang terdapat di Yogyakarta. Strategi diferensiasi tersebut dilakukan dengan mengkomunikasikan kepada target konsumen bahwa FoodFezt merupakan tempat makan yang menawarkan menu-menu makanan paling lengkap diantara tempat-tempat makan lainnnya. Pesan informasi tersebut dikomunikasikan dengan beberapa program promosi dan juga media-media dimana setiap jenis media yang digunakan tersebut mempunyai fungsi komunikasi dan target sasaran yang berbeda-beda. Kegiatan identifikasi karakter setiap jenis media dilakukan oleh divisi marketing communication untuk tujuan mengetahui jenis media promosi yang dianggap potensial dalam pelaksanaan aktivitas komunikasi pemasaran dari FoodFezt. Penilaian potensial-tidaknya sebuah media promosi tersebut dinilai berdasarkan pada kedekatan target konsumen terhadap jenis-jenis media yang ada di sekitar mereka. Kedekatan tersebut dilihat dari perilaku bermedia sehari-hari dari target konsumen, gaya hidup, ataupun kegiatan interaksi yang dilakukan. Hal tersebut dilakukan oleh FoodFezt untuk mendapatkankan jenis media promosi yang sesuai dalam menyampaikan pesan-pesan komunikasi pemasaran kepada target konsumennya. Selain itu, keadaan pasar bisnis kuliner dan juga penggunaan media promosi dari kompetitornya juga digunakan sebagai bahan pertimbangan FoodFezt dalam melakukan identifikasi jenis media promosi yang potensial. Setiap media promosi yang digunakan oleh FoodFezt dalam menyampaikan pesan-pesan komunikasi pemasaran mempunyai karakteristik tersendiri dalam melakukan pendekatan kepada target konsumen. Masing-masing media digunakan dengan mempunyai fungsi-fungsi komunikasi pemasaran tersendiri dan menyasar target konsumen yang berbeda-beda. Dengan fungsi-fungsi komunikasi dan target sasaran yang berbeda-beda, diharapkan setiap target konsumen dari FoodFezt dapat terjangkau oleh pesan-pesan komunikasi pemasaran yang disampaikan melalui media-media promosi tersebut.
Kata Kunci : Komunikasi Pemasaran