Reintegrasi Sosial dalam Upaya Pemulihan Pascaerupsi Merapi
JATMIKO, Wicaksono, Janianton Damanik
2011 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Bencana alam tidak hanya menimbulkan perubahan secara fisik semata, namun juga menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan sosial masyarakat. Aktivitas erupsi merapi tahun 2010 memberikan dampak perubahan yang besar, baik secara ekonomi ataupun sosial. Pasca erupsi memberikan peluang bagi masyarakat untuk berupaya memulihkan kembali kondisinya. Persoalan yang muncul adalah bagaimana proses reintegrasi sosial pasca erupsi merapi yang dijalankan masyarakat untuk mengembalikan kondisi mereka seperti semula. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami fenomena secara holistik dan mendalam. Pendekatan yang digunakan adalah anlisis deskriptif yang tidak hanya menyajikan gambaran hasil penelitian tetapi juga berupaya menerangkan hubungan, membuat prediksi serta mendapatkan makna dari fenomena yang dikaji. Lokasi penelitian adalah Pedukuhan Suruh di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY. Sementara itu, informan utama adalah masyarakat rumah tangga dewasa yang berada di dusun dan di huntara dengan menfokuskan pada mereka yang berusia lebih dari 18 tahun hingga 55 tahun. Hal ini digunakan untuk saling melengkapi dan menunjukkan bagaimana tindakan yang dilakukan dalam proses reintegrasi sosial pascaerupsi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosesnya masyarakat menghadapi hambatan, diantaranya yang paling krusial adalah pemberian bantuan huntara. Kondisi masyarakat yang tidak seluruhnya mendapatkan hak menghuni huntara memunculkan potensi disintegrasi sosial di dalamnya. Diperlukan tindakan kolektif untuk dapat meredam disintegrasi dan sekaligus mengembalikan kondisi seperti semula. Terlebih ketakutan masyarakat huntara atas status “sementara” mendorong untuk berkontribusi dalam proses reintegrasi sosial di dusun. Tindakan kolektif tersebut tertuang dalam berbagai aktivitas, seperti aktivitas kembali ke dusun, perbaikan lingkungan dan menghidupkan kembali aktivitas sosial budaya masyarakat. Terkadang setiap pertemuan lemaga sosial ’memaksa’ mereka untuk guyub kembali. Kata kunci: pasca bencana, tindakan kolektif, reintegrasi sosial
Kata Kunci : manajemen Bencana